VARIABEL DALAM DESAIN PENELITIAN

VARIABEL DALAM DESAIN PENELITIAN

Dalam sebuah desain penelitian ada beberapa variabel yang sering dimunculkan. Tiga variabel yang sering muncul biasanya yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Tiga variabel ini merupakan variabel utama dalam desain penelitian.

Berikut penjelasan tiga variabel diatas:

1. Variabel bebas disebut juga variabel penyebab atau independent variabel yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menyebabkan terjadinya perubahan atau dengan bahasa yang lebih mudah, variabel bebas yaitu faktor-faktor yang nantinya akan diukur, dipilih dan dimanipulasi oleh peneliti untuk melihat hubungan diantara fenomena atau peristiwa yang diteliti atau diamati.

Menurut Sugiyono (2009) menjelaskan bahwa variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab-perubahannya atau timbulnya variabel dependent.

Dalam penelitian variabel bebas sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent, variabel pengaruh, variabel perlakuan, variabel treatment dan variabel risiko.

Dinamakan sedemikian rupa karena variabel ini adalah variabel yang bebas (ia tidak dipengaruhi variabel lain) sebaliknya disebut sebagai variabel pengaruh karena variabel ini mempengaruhi variabel lainnya.

 

Contoh :

a) Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar

Variabel bebas adalah : motivasi belajar, hal tersebut karena motivasi belajar adalah variabel yang akan mempengaruhi hasil belajar.

b) Pengaruh sholat jum’at dengan kegantengan lelaki

Variabel bebas adalah : Sholat Jum’at, hal ini karena sholat jumat merupakan variabel yang akan diteliti apakah mempengaruhi kegantengan lelaki.

 

2. Variabel terikat disebut juga variabel tergantung atau dependent variabel yaitu faktor-faktor yang diamati dan diukur oleh peneliti dalam sebuah penelitian untuk menentukan ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas. Dalam sebuah desain penelitian, seorang peneliti harus mengetahui secara pasti, apakah ada faktor yang muncul atau tidak muncul atau berubah seperti yang diperkirakan oleh peneliti.

Menurut Sugiyono (2009) variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel ini disebut sebagai variabel terikat karena variabel ini dipengaruhi dan terikat oleh variabel bebas.

Contoh :

a)Komitmen Kerja (Variabel Bebas/Independen) ⇾ Produktivitas Kerja (Variabel Terikat    /Tergantung /Dependen)

b)Pemberian PR (Variabel Bebas) ⇾ hasil Belajar Siswa (Variabel Terikat)

 

3. Variabel kontrol disebut juga sebagai variabel kendali yaitu variabel yang dapat dikendalikan sehingga pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Umumnya variabel kontrol sering digunakan peneliti untuk jenis penelitian perbandingan.

Menurut Sugeng (2007) disebut sebagai variabel kendali karena variebl kontrol adalah variabel yang perlu dikontrol, dipertahankan tetap, atau diacak sedemikian rupa sehingga pengaruh mereka dinetralisir, dikeluarkan atau disamakan bagi semua kondisi.

Contoh :

Seorang peneliti ingin melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar siswa SD Swasta dengan siswa SD Negeri.

atau : Perbedaan hasil belajar siswa SD Swasta dengan siswa SD Negeri

Maka diperlukan variabel kontrol seperti : usia, kelas siswa, pada materi belajar apa, hal ini untuk mempermudah menentukan perbedaanya dan berfokus pada hasil belajar saja.

 

Variabel kontrol dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu :

  1. Variabel pendahulu (antecendent variable)

Variabel pendahulu memiliki kedudukan sebagai variabel yang mendahului terjadinya variabel bebas. Variabel ini merupakan variabel yang mengakibatkan perubahan pada variabel bebas. Jika variabel ini dihilangkan, maka hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tidak hilang atau tidak berubah.

  1. Variabel antara (intervening variable)

Variabel antara memiliki kedudukan sebagai variabel yang berada di antara variabel bebas dan variabel terikat. Keberadaan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tergantung dari keberadaan variabel ini karena variabel bebas harus mempengaruhi variabel antara terlebih dulu baru kemudian variable antara ini yang dapat menimbulkan perubahan pada variabel terikat.

  1. Variabel penekan (suppressor variable)

Variabel penekan merupakan suatu variabel yang mengubah hubungan. Awalnya antara variabel bebas dan variabel terikat tidak ada hubungan. Namun setelah dihadirkan variabel ketiga, maka hubungan antara variabel bebas dan terikat tersebut menjadi tampak.

  1. Variabel pengganggu (distorter variable)

 Variabel pengganggu yaitu pada awalnya hubungan antara variabel bebas dan terikat adalah hubungan yang positif. Namun ketika dihadirkan variabel ketiga, hubungan tersebut menjadi negatif.

 

Berdasarkan klasifikasi

Mengklasifikasikan jenis variable berdasarkan bentuk isi materi. Variabel ini ada 4 jenis yaitu variabel nominal, ordinal, interval dan variabel ratio. Berikut penjelasannya dibawah ini:

 

1. Variabel Nominal

Variabel nominal adalah variabel yang ditentukan berdasarkan proses penggolongan yang bersifat deskrit (saling pilah). Jadi variabel ini digunakan untuk membedakan bentuk data-data individual kedalam bentuk kategori.

Contoh Variabel Nominal

Jenis kelamin (pria dan wanita), jenis pekerjaan (pekerjaan kasar dan pekerjaan halus), status pernikahan (kawin dan belum kawin), jenis buku perpustakaan, nama benua untuk negara, dsb.

 

2. Variabel Ordinal

Variabel ordinal adalah variabel yang ditentukan berdasarkan jenjang, urutan atau ranking. Jadi sebenarnya variabel ordinal itu sama dengan variabel nominal, yaitu mengkategorikan data data individual. Hanya saja pada variabel ordinal datanya dapat diurutkan datanya.

Contoh Variabel Ordinal

1) Urutan Kelompok Kota dengan kepadatan tertinggi (Kelompok Kota di Provinsi Jawa Tengah Nomor 1, Kelompok Kota Propinsi DKI Jakarta Nomor 2, dan seterusnya.

2) Rangking Kelompok Siswa Kelas 6 SD (Kelompok C ranking 1, Kelompok B rangking 2, Kelompok D rangking 3, Kelompok A ranking 4) dll.

 

3. Variabel Interval

Variabel interval yaitu variabel yang tersusun dalam bentuk Interval. Interval yaitu kelompok bertingkat dengan jarak tertentu. Sementara menurut Nadira variabel interval adalah variabel yang digunakan untuk mengurutkan data, hanya saja pada interval variabel, beda satu data dengan data selanjutnya sama dan memiliki arti/bisa di ukur (meaningfull).

Lebih lanjut Nadira menyampaikan bangwa angka (0) tidak dapat mewakili angka tersebut. Maksudnya bahwa angka nol bukan berarti nilainya 0.

Contoh Variabel Interval

1) Nilai belajar siswa “x” bukan berarti nilai “x” siswa siswa tidak bisa matematika sama sekali

2) Suhu udara mencapai ‘0 drajat’ bilai ‘0 drajat’ bukan berarti tidak ada suhu sama sekali. Melainkan masih tetap aa suhu udaranya.

 

4. Variabel Ratio

Variabel ratio adalah variabel dalam bentuk mirip dengan variabel interval (memiliki data interval), yang membedakan adalah bahwa pada variabel Ratio dia memiliki data nol mutlak. Artinya bahwa nilai 0 berati 0 mutlak.

Contoh :

1) Populasi di Desa Doreng adalah ‘0’ maka di desa tersebut benar-benar ‘0’ mutlak atau tidak ada populasi sama sekali.

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *