Psikologi Anak Menurut Ahli

PSIKOLOGI ANAK

 

Pengertian psikologi secara luas adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Sementara itu pemahaman tentang anak dapat ditemukan dalam Convention on The Right Of the Child tahun 1989 yang menyebutkan bahwa anak adalah siapapun yang berusia di bawah 18 tahun. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi pernyataan ini melalui Keppres Nomor 39 Tahun 1990.

Oleh sebab itu, maka boleh dikatakan psikologi anak adalah sebuah cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari tentang tumbuh kembang dan perilaku siapapun yang berusia di bawah 18 tahun. Dalam prakteknya, para psikolog yang mendalami tentang psikologi anak melakukan spesialisasi berdasarkan hal yang dipelajari. Secara umum psikolog anak sendiri terbagi menjadi psikolog pendidikan yang berfokus dalam hal memberikan dukungan kepada anak dalam dunia pendidikan, dan psikolog klinis yang berfokus dalam memberikan dukungan kepada anak-anak yang memiliki hambatan atau gangguan dalam proses perkembangan mereka.

Psikologi anak sendiri merupakan bagian dari cabang ilmu psikologi lainnya, yaitu psikologi perkembangan yang mempelajari pertumbuhan manusia semenjak lahir sampai menjadi dewasa. Psikologi perkembangan sendiri mempelajari bagaimana dan mengapa manusia berubah dalam setiap tahapan hidupnya.

 

Berikut beberapa defisini psikologi anak menurut para ahli:

1. M Lenner ( 1976 )

Psikologi perkembangan sebagai pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fungsi – fungsi psikologis sepanjang hidup.

2. Linda L Daidoff ( 1991 )

Psikologi perkembangan adalah cabang psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan struktur jasmani, perilaku, dan fungsi mental manusia yang dimulai sejak terbentuknya makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati.

3. Kartono

Psikologi anak merupakan suatu ilmu yang mempelajari tingkahlaku manusia yang dimulai dengan periode masa bayi, masa pemain, masa sekolah, masa remaja, sampai periode adolesense menjelang dewasa.

4. Monks, Knoers dan Haditono

Psikologi perkembangan adalah suatu ilmu yang lebih mempersoalkan faktor – faktor umum yang mempengaruhi proses perkembangan ( perubahan ) yang terjadi dalam diri pribadi seseorang dengan menitik beratkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan.

 

Konsep Dasar Perkembangan

Perkembangan yang progresif dan berkelanjutan dalam diri individu akan terus berlangsung dalam masa hidupnya, mulai anak hingga usia lansia manusia akan terberkembang dan bertumbuh. Perubahan – perubahan yang di alami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya akan berlangsung secara sistematis, progresif, dan juga secata berkesinambungan baik secara kognitif dan juga secara psikis. Dalam arti ini yang di maksut dengan sistematis, progresif dan berkesinambungan adalah:

  1. Sistematis, merupakan perubahan dalam perkembangan memiliki sifat yang saling terkait satu dengan lainnya, yaitu saling bergantung dan saling mempengahi bagian – bagiannya yaitu pada spikis dan fisiknya.
  2. Progresif, perubahan yang bersifat maju, meninggkat, dan mendalam baik secara fisik maupum psikis.
  3. Berkesinambungan, perubahan atau perkembangan pada fungsi secara berkelanjutan atau dengan berurutan.

 

Prinsip – Prinsip Perkembangan

Pada proses perkembangan anak itu sendiri memiliki prinsip – prinsip padap perkembangannya, yaitu:

  1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti ( never ending process ),
  2. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi, setiap aspek perkembangan idividu baik fisik, emosi, inteligensi, maupun sosial akan saling mempengaruhi. Apabila seorang anak memilki masalah dengan salah satu aspek perkembangannya, maka akan menghambat aspek perkembangan yang lain.
  3. Perkembangan ialah mengikuti pola tertentu, setiap tahap perkembangan adalah hasil dari tahap perkembangan sebelumnya yang merupakan prasyarat untuk perkembangan selanjutnya.
  4. Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan, pada perkembangan setiap anak berlangsung pada waktu atau tempo yang berbeda.seperti ada yang memiliki perkembangan yang cepat dan ada pula yang memilki perkembangan yang lambat.
  5. Setiap fase perkembangan memiliki ciri khas, pada setiap pertumbuhan anak memiliki ciri nya sendiri sesuai dengan perkembangannya.
  6. Satiap individu yang normal akan mengalami tahapan / fase perkembangan.

 

Tahap Perkembangan Anak

Erik Erikson ( 1902 – 1994 ), tahap – tahap perkembangan manusia dari lahir sampai mati dipengaruhi oleh interaksi sosial dan budaya antara mansyarakat terhadap perkembangan kepribadian. Perkembangan psikologis dihasilkan dari interaksi antara proses – proses maturasional atau kebutuhan biologis dengan tuntuuan masyarakat dan kekuatan – kekuatan sesial yang dihadapi dalam kehidupan sehari – hari.

Berikut adalah fase – fase perkembangan menurut Erikson:

 

No

Fase

Usia

Perkembangan

1

Bayi

0 – 1 thn

Kegiatan bayi tidak terikat dengan mulut semata. Pada tahap ini bayi hanya memasukkan ( incorporation ), bukan hanya melalui mulut ( menelan ) tetapi juga dari semua indera. Tahap sensori oral ditandai dengan mendapat dan menerima.

2

Anak

1 – 3 thn

Anak  memperoleh  mengontrol  fungsi  tubuh  seperti  urinasi, berjalan, melempar, memegang, dan sebagainya. Pada tahap ini anak dihadapkan dengan budaya yang menghambat ekspresi diri serta  hak  dan  kewajiban.  Anak  belajar  untuk  mengatasi keraguan, malu, dan permulaan dari kebebasan kemauan dalam egonya.  Pada  tahap  ini  pola  komunikasi  mengembangkan penilaian benar atau salah.

3

Usia

bermain

3 – 6 thn

Identifikasi dengan orang tua, mengambangkan gerakan tubuh, keterampilan bahasa, rasa ingin tahu, imajinasi, dan kemampuan untuk menentukan tujuan.

4

Usia

Sekolah

6 – 12 thn

Pada usia ini anak milai besosialisasi dengan dunia luarnya, pada usia ini keingintahunan menjadi sangat kuat dan hal itu berkaitan dengan  perjuangan  dasar  menjadi  kemampuan.  Anak  banyak belajar  tentang  system, aturan,  metoda  yang  membuat  suatu pekerjaan dapat di lakukan dengan efektif dan efisien.

 

 

Teori Piaget memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan. Teori ini membahas munculnya dan di perolehnya skema skema tentang bagaimana seseorang mempressepsi lingkungannya. Teori ini membagi skema yang digunakan anak untuk memahami dunianya melalui empat periode utama, yaitu:

No

Fase

Usia

Perkembangan

1

Sensorimotor

0 – 2thn

Pengetahuan  anak  diperoleh  melalui  interaksi  fisik,  baik dengan orang atau objek ( benda ). Skema – skemanya baru berbentuk reflex – reflex sederhana, seperti menggenggam dan menghisap

2

Praoperasional

2 – 6 thn

Anak   mulai   menggunakan   simbol   –   simbol   untuk merepresentasi dunia (lingkungan) secara kognitif. Simbol – simbol  itu  seperti:  kata  dan  bilangan  yang  dapat  digantikan  dengan  objek,  peristiwa  dan  kegiatan  (tingkah laku yang Nampak)

3

Operasi Konkrit

6 -11 thn

Anak sudah dapat membentuk operasi – operasi mental atas  pengetahuan yang mereka miliki. Mereka dapat menambah, mengurangi dan mengubah. Operasi ini memungkinkannya untuk dapat memecahkan masalah secara logis.

4

Operasi Formal

11 thn -dewasa

Periode ini merupakan operasi mental tingkat tinggi, disini anak ( remaja) sudah dapat berhubungan dengan peristiwa – peristiwa hipotesis atau abstrak, tidak hanya dengan objek konkret.

 

Pembentukan Karakter Menurut Para Ahli

1. Pendidikan karakter menurut Lickona

Didefinisikan sebagai suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai – nilai etika.

2. Pendidikan karakter menurut Suyanto

Didefinisikan sebagai cara berfikir dan perilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dengan lingkungan dalan dan lingkungan luar.

3. Pendidikan karakter menurut Kertajaya

Karakter merupakan cirikhas yang dimiliki oleh suatu benda / individu. Ciri khas ini asli dan mengakar pada kepribadian benda / individu tersebut, serta merupakan “mesin“ pendorong untuk bersikap, bertindak, dan merespon sesuatu.

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *