Pengertian Motivasi Kerja

Bagaimana Cara Meninkatkan Motivasi Kerja

Pengertian Motivasi Kerja

Motivasi merupakan suatu kondisi yang menggerakkan karyawan ke arah suatu tujuan tertentu (Stanford dalam Mangkunegara, 2001). Selain itu, Munandar (2001) menyatakan bahwa motivasi adalah proses di mana kebutuhan-kebutuhan mendorong karyawan untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan tertentu.
Koontz (dalam Hasibuan, 2003) mengemukakan bahwa motivasi mengacu pada dorongan-dorongan dan usaha untuk memuaskan kebutuhan atau suatu tujuan tertentu. Selanjutnya, menurut Robbins (2001) motivasi merupakan kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan-tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi sesuatu kebutuhan individual.Sementara motivasi umum bersangkutan dengan upaya kearah setiap tujuan. Robbins (2001) menyempitkan arah setiap tujuan menjadi tujuan organisasi agar mencerminkan minat tunggal karyawan. Ada tiga unsur kunci dalam definisi tersebut yaitu upaya, tujuan organisasi dan kebutuhan. Unsur upaya bila karyawan termotivasi maka ia akan mencoba sekuat tenaga. Upaya yang tinggi akan menghantar ke hasil pekerjaan yang menguntungkan bila disalurkan ke suatu arah yang bermanfaat bagi organisasi.
Kerja merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Karyawan bekerja karena ada sesuatu yang hendak dicapainya. Apabila karyawan mendambakan sesuatu berarti karyawan tersebut memiliki harapan dan dengan demikian akan termotivasi untuk melakukan tindakan kearah pencapaian harapan tersebut. Jelah bahwa karyawan dalam melakukan pekerjaannya membutuhkan motivasi sehingga tujuan dari bekerja dapat terpenuhi.
Dalam hubungannya dengan lingkungan kerja, McCormick (dalam Mangkunegara, 2001) mendefinisikan motivasi kerja sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja. Selain itu, Martoyo (2000) juga mengemukakan bahwa secara umum motivasi kerja diarahkan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Motivasi kerja timbul dari adanya rasa kebutuhan diri serta dorongan keinginan karyawan yang diarahkan pada tujuan untuk memperoleh kepuasan. Dengan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi tersebut maka akan timbul dorongan atau motivasi untuk melakukan suatu pekerjaan.
Anoraga (2005) mengartikan motivasi kerja sebagai sesuatu yang menimbulkan dorongan semangat atau dorongan kerja. Oleh sebab itu, motivasi kerja dalam psikologi karya biasa disebut pendorong semangat kerja.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah dorongan yang ada dalam diri karyawan sebagai tenaga yang menimbulkan, mengarahkan dan menentukan tingkat usaha dalam mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan yang dikehendaki yang dapat dilihat dari tampilan kerjanya hingga tercapai kepuasan kerja.

 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
Menurut Siagian faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dapat diketahui berdasarkan karakteristik dari individu yang bersifat khas yang terdiri dari delapan faktor yaitu:

a. Karakteristik biografi yang meliputi:
1) Usia, hal ini penting karena usia mempunyai kaitan yang erat dengan berbagai segi kehidupan organisasional. Misalnya kaitan usia dengan tingkat kedewasaan teknis yaitu ketrampilan tugas.

2) Jenis kelamin, karena jelas bahwa implikasi jenis kelamin para pekerja merupakan hal yang perlu mendapat perhatian secara wajar dengan demikian perlakuan terhadap merekapun dapat disesuaikan sedemikian rupa sehingga mereka menjadi anggota organisasi yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

3) Status perkawinan, dengan status ini secara tidak langsung dapat memberikan petunjuk cara, dan teknik motivasi yang cocok digunakan bagi para pegawai yang telah menikah dibandingkan dengan pegawai yang belum menikah.

4) Jumlah tanggungan, dalam hal ini jumlah tanggungan seorang seorang pencari nafkah utama keluarga adalah semua orang yang biaya hidupnya tergantung pada pencari nafkah utama tersebut, tidak terbatas hanya pada istri atau suami dan anak–anaknya.

5) Masa kerja, dalam organisasi perlu diketahui masa kerja seseorang karena masa kerja seseorang merupakan satu indikator kecenderungan para pekerja dalam berbagai segi organisasional seperti ; produktivitas kerja dan daftar kehadiran. Semakin lama seseorang bekerja ada kemungkinan untuk mereka mangkir atau tidak masuk kerja disebabkan karena kejenuhan.

b. Kepribadian
Kepribadian seseorang juga dapat dipengaruhi motivasi kerja seseorang karena kepribadian sebagai keseluruhan cara yang digunakan oleh seseorang untuk bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain.

c. Persepsi
Interpretasi seseorang tentang kesan sensorinya mengenai lingkungan sekitarnya akan sangat berpengaruh pada perilaku yang pada gilirannya menentukan faktor-faktor yang dipandangnya sebagai faktor organisasional yang kuat.

d. Kemampuan belajar
Belajar adalah proses yang berlangsung seumur hidup dan tidak terbatas pada pendidikan formal yang ditempuh seseorang diberbagai tingkat lembaga pendidikan. Salah satu bentuk nyata dari telah belajarnya seseorang adalah perubahan dalam persepsi, perubahan dalam kemauan, dan perubahan dalam tindakan.

e. Nilai-nilai yang dianut
Sistem nilai pribadi seseorang biasanya dikaitkan dengan sistem nilai sosial yang berlaku di berbagai jenis masyarakat dimana seseorang menjadi anggota.

f. Sikap
Sikap merupakan suatu pernyataan evaluatif seseorang terhadap objek tertentu, orang tertentu atau peristiwa tertentu. Artinya sikap merupakan pencerminan perasaan seseorang terhadap sesuatu.

g. Kepuasan kerja
Kepuasan kerja adalah sikap umum seseorang yang positif terhadap kehidupan organisasionalnya.

h. Kemampuan
Kemampuan dapat digolongkan atas dua jenis yaitu kemampuan fisik dan kemampuan intelektual. Kemampuan fisik meliputi kemampuan seseorang dalam menyelesaikan tugas–tugas yang bersifat teknis, mekanistik dan repetatif, sedangkan kemampuan intelektual meliputi cara berfikir dalam menghadapi masalah.

 

Cara Meningkatkan Motivasi Kerja
Ada dua cara pokok seorang pemimpin untuk meningkatkan motivasi kerja (Munandar, 2010), yaitu:

1. Bekerja keras
Dengan memaksakan tenaga kerja untuk bekerja keras atau dengan memberikan ancaman, dapat membuat tenaga kerja, kalau tidak dapat menghindarkan diri dari situasi yang mengancam tersebut, akan bekerja keras. Misalnya atasan ingin menegakkan disiplin kerja sehingga menuntuk bawahannya datang tepat waktu dan tampak selama jam-jam kerja terus melaksanakan tugas mereka sampai berakhirnya jam kerja mereka, serta mengancam akan menghukum mereka yang sekian kali tidak datang tepat pada waktunya, atau yang tampak malas pada pekerjaannya. Jika bawahan merasa tidak dapat keluar dari perusahaannya (karena banyak penangguran sehingga sulit sekali mendapatkan pekerjaan baru), maka ia akan berusaha akan selalu datang tepat pada waktunya dan akan tampak bekerja selama jam-jam kerja.

2. Memberi tujuan yang bermakna
Bersama-sam dengan tenaga kerja yang bersangkutan ditemukan tujuan-tujuan yang bermakna, sesuai dengan kemampuannya, yang dapat dicapai melalui prestasi kerjanya yang tinggi. Misalnya tenaga kerja mengharapkan mampu mencicil rumah untuk dirinya setelah bekerja lima tahun pada perusahaan. Cicilan setiap bulannya tidak memberatkannya dan akan selesai dalam 10 tahun. Jika kebijakan perusahaan memungkinkan, maka ia akan bekerja dengan motivasi kerja yang tinggi.

 

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *