Pengertian Komunikasi Interpersonal

Pengertian Komunikasi Interpersonal

Secara sempit komunikasi diartikan sebagai pesan yang dikirimkan seseorang kepada satu atau lebih penerima dengan maksud sadar untuk mempengaruhi tingkah laku penerima. Setiap bentuk komunikasi setidaknya dua orang saling mengirimkan lambang-lambang yang memiliki makna tertentu. Lambang-lambang tersebut bisa bersifat verbal berupa kata-kata, atau bersifat nonverbal berupa ekspresi atau ungkapan tertentu dan gerakan tubuh.

Rogers bersama Kuncaid (Cangara, 2010) mendefinisikan bahwa komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam.

 

Pengertian Komunikasi Interpersonal

Pada hakikatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara komunikator dan komunikan. Komunikasi ini paling efektif mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang. Komunikasi interpersonal bersifat dialogis. Artinya, arus balik terjadi langsung. Komunikator dapat mengetahui tanggapan komunikan saat itu juga. Komunikator mengetahui tanggapan komunikan saat itu juga. Komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif, negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak berhasil maka komunikator dapat memberi kesempatan komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.

Menurut Cangara (2010) komunikasi Interpersonal merupakan proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka. Sedangkan definisi umum komunikasi interpesonal menurut Enjang (2009) adalah komunikasi antar orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap peserta menangkap reaksi yang lain secara langsung, baik verbal maupun nonverbal.

Selain itu, Kellerman dan Peter (2001) dalam bukunya Interpersonal Communication mendefinisikan komunikasi interpersonal sebagai komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang memiliki karakteristik yaitu komunikasi terjadi dari satu orang ke orang lain, komunikasi berlangsung secara tatap muka dan isi dari komunikasi itu merefleksikan karakter pribadi dari tiap individu itu sebaik hubungan dan peran sosial mereka.

 

Elemen – elemen dalam Komunikasi Interpersonal

Menurut Joseph De Vito dalam komunikasi ini terdapat beberapa elemen penting yang terlibat di dalamnya. Berikut diantaranya:

  1. Sumber – Penerima

Dalam sebuah interaksi yang dilakukan akan terjadi dua orang atau lebih yang bertindak sebagai sumber informasi serta penerima informasi. Kedua elemen penting ini tidak bisa dihilangkan. Karena dua hal tersebut merupakan komponen wajib dalam melakukan komunikasi yang efektif. Sehingga sumber dan penerima ini menjadi elemen yang termasuk dalam teori De Vito.

  1. Pesan

Adapun komponen yang kedua adalah pesan. Pesan sendiri diartikan sebagai sinyal yang dipandang sebagai stimuli atau rangsangan yang akan diterima oleh si penerima pesan (komunikan) oleh salah satu dari kelima indera kita. Dengan kata lain, dalam sebuah interaksi empat mata hal yang kita lakukan adalah saling bertukar pesan melalui panca indera yang kita miliki.

  1. Encoding – Decoding

Encoding adalah sebuah tindakan yang bertujuan untuk menciptakan sebuah pesan. Ibarat menulis dan berbicara, sedangkan decoding adalah sebuah tindakan untuk memahami arti pesan yang disampaikan. Apabila encoding yang dilakukan oleh seseorang adalah menulis, decoding yang harus dilakukan adalah membaca. Begitu pula ketika berbicara, encoding yang dilakukan adalah mendengar.

  1. Media (perantara)

Yang dimaksud dengan media disini adalah sebuah perantara dalam menjembatani terjadinya sebuah proses komunikasi yang efektif. Dapat dikatakan bahwa, proses tersebut adalah penerimaan serta penyaluran pesan melalui panca indera yang kita miliki. Sehingga dapat dikelola oleh otak dengan baik, untuk menyalurkan balasan selanjutnya.

  1. Gangguan (noise)

Gangguan yang dimaksud disini adalah segala hal apapun yang mampu mendistraksi adanya proses interaksi yang dilakukan. Pendistorsian sebuah pesan ini bisa terjadi dimanapun. Dalam hal ini dapat dikatakan sebagai hambatan dalam berkomunikasi. Secara teori digolongkan menjadi: gangguan semantic, gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan intelektual, serta faktor lingkungan.

  1. Umpan balik (feedback)

Dalam sebuah interaksi efektif. Komunikator dan komunikan akan saling memberikan feedback terhadap pesan yang kita terima sebagai bentuk dari respon pesan yang kita kirim atau terima. Umpan balik ini juga terdapat berbagai macam. Seperti halnya umpan balik nonverbal, umpan balik positif, umpan balik negative dan umpan balik yang lainnya.

  1. Konteks

Sebuah pembicaraan akan berlangsung dalam sebuah lingkungan tertentu, dimana lingkungan tersebut akan memengaruhi isi pembicaraan yang dilakukan. Hal ini dinamakan dengan “konteks”. Selain itu, konteks disini juga terbagi berbagai macam. Konteks lingkungan, konteks situasi, konteks budaya, serta konteks – konteks lain yang mampu memengaruhi isi dari pembicaraan tersebut.

  1. Etika

Dalam melakukan komunikasi pasti akan timbul konsekuensi. Dimana konsekuensi ini akan memengaruhi interaksi selanjutnya. Oleh karena itu, elemen terakhir yang paling penting dalam berkomunikasi adalah etika. Dimana kita harus menjaga perilaku serta tutur kata yang akan kita berikan terhadap lawan bicara kita, untuk tetap menjaga hubungan yang baik.

 

Ciri-Ciri Komunikasi Interpersonal

 Menurut Kumar (dalam Wiryanto, 2005: 36) bahwa ciri-ciri komunikasi interpersonal yaitu:

  1. Keterbukaan (openess), yaitu kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan interpersonal.
  2. Empati (empathy), yaitu merasakan apa yang dirasakan orang lain.
  3. Dukungan (supportiveness), yaitu situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif.
  4. Rasa positif (positivenes), seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
  5. Kesetaraan atau kesamaan (equality), yaitu pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

 

 Pentingnya Komunikasi Interpersonal

Sebagai makhluk sosial, komunikasi interpersonal sangat penting bagi kebahagiaan hidup kita. Jhonson (Supratiknya, 2003:9) menunjukkan beberapa peranan yang disumbangkan oleh komunikasi interpersonal dalam rangka menciptakan kebahagiaan hidup manusia, yaitu sebagai berikut :

  1. Komunikasi interpersonal membantu perkembangan intelektual dan sosial kita.
  2. Identitas dan jati diri kita terbentuk dalam dan lewat komunikasi dengan orang lain.
  3. Dalam rangka menguji realitas disekeliling kita serta menguji kebenaran kesan-kesan dan pengertian yang kita miliki tentang di dunia disekitar kita, kita perlu membandingkannya dengan kesan-kesan dan pengertian orang lain tentang realitas yang sama.
  4. Kesehatan mental kita sebagian besar juga ditentukan oleh kualitas komunikasi atau hubungan kita dengan orang-orang lain, lebih-lebih orang-orang yang merupakan tokoh-tokoh signifikan (significant figure) dalam hidup kita.

 

Fungsi Komunikasi Interpersonal

Tanpa kita sadari, keberadaan komunikasi interpersonal telah berperan aktif dalam kehidupan, bahkan tidak sedikit manusia yang melakukan praktik komunikasi interpersonal ini. Menurut Enjang (2009: 77-79) komunikasi Interpersonal memiliki fungsi yaitu :

  1. Memenuhi kebutuhan sosial dan psikologis. Dengan komunikasi inetrpersonal, kita bisa memenuhi kebutuhan sosial atau psikologis kita.
  2. Mengembangkan kesadaran diri. Melalui komunikasi interpersonal akan terbiasa mengembangkan diri.
  3. Matang akan konvensi sosial. Melalui komunikasi interpersonal kita tunduk atau menentang konvensi sosial.
  4. Konsistensi hubungan dengan orang lain. Melalui komunikasi interpersonal kita menetapkan hubungan kita. Kita berhubungan dengan orang lain, melalui pengalaman dengan mereka, dan melalui percakapan– percakapan bersama mereka.
  5. Mendapatkan informasi yang banyak. Melalui komunikasi interpersonal, kita juga akan memperoleh informasi yang lebih. Informasi yang akurat dan tepat waktu merupakan kunci untuk membuat keputusan yang efektif.
  6. Bisa mempengaruhi atau dipengaruhi orang lain.

 

Sifat Komunikasi Interpersonal

 Menurut Joseph A. DeVito (2013), komunikasi interpersonal memiliki beberapa sifat, yaitu :

1. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang melibatkan dua individu atau lebih yang masing-masing saling bergantung

Pada umumnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara dua orang atau biasa disebut juga dengan komunikasi diadik. Misalnya komunikasi antara seorang anak dan ayah dan lain-lain. Meskipun begitu, komunikasi interpersonal juga merujuk pada komunikasi dalam kelompok kecil seperti misalnya keluarga. Walau dalam keluarga, komunikasi berlangsung dalam bentuk komunikasi diadik seperti ibu kepada anak.

 

2. Komunikasi interpersonal adalah secara inheren bersifat relasional

Karena sifatnya yang saling bergantung, komunikasi interpersonal tidak dapat dihindari dan bersifat sangat penting. Komunikasi interpersonal berperan dalam sebuah hubungan yang berdampak pada hubungan dan mengartikan hubungan itu sendiri. Komunikasi yang berlangsung dalam sebuah hubungan adalah bagian dari fungsi hubungan itu sendiri. Oleh karena itu, cara kita berkomunikasi sebagian besar ditentukan oleh jenis hubungan yang ada antara kita dan orang lain. Perlu dipahami pula bahwa cara kita berkomunikasi, cara kita berinteraksi, akan mempengaruhi jenis hubungan yang dibangun. 

 

3. Komunikasi interpersonal berada pada sebuah rangkaian kesatuan

Komunikasi interpersonal berada dalam sebuah rangkaian kesatuan yang panjang yang membentang dari impersonal ke personal yang lebih tinggi. Pada titik impersonal, kita berkomunikasi secara sederhana antara orang-orang yang tidak saling mengenal, misalnya pembeli dan penjual. Sedangkan pada titik personal yang lebih tinggi, komunikasi berlangsung antara orang-orang yang secara akrab terhubung satu sama lain, misalnya ayah dan anak.

 

4. Komunikasi interpersonal melibatkan pesan verbal maupun pesan nonverbal

Komunikasi interpersonal melibatkan pertukaran pesan baik pesan verbal maupun pesan nonverbal. Kata-kata yang kita gunakan dalam komunikasi tatap muka dengan orang lain biasanya disertai dengan petunjuk nonverbal seperti ekspresi wajah, kontak mata, dan gerak tubuh atau bahasa tubuh. Kita menerima pesan interpersonal melalui panca indera yang kita miliki seperti mendengar, melihat, mencium, dan menyenuh. Kita bersikap diam pun sebernarnya mengirimkan suatu pesan interpersonal. Pesan-pesan yang disampaikan sebagian besar bergantung pada faktor-faktor lain yang terlibat dalam interaksi. 

 

5. Komunikasi interpersonal berlangsung dalam berbagai bentuk

Komunikasi interpersonal pada umumnya berlangsung secara tatap muka, misalnya ketika kita berbicara dengan ibu atau ayah kita. Di era kemajuan teknologi komunikasi seperti sekarang, komunikasi interpersonal berlangsung melalui jaringan komputer. Kehadiran internet sebagai media komunikasi serta media komunikasi modern lainnya menjadikan komunikasi interpersonal dapat dilakukan melalui surat eletronik atau media sosial. Beberapa bentuk komunikasi interpersonal masa kini bersifat real time, dalam artian pesan yang dikirim dan diterima pada satu waktu sebagaimana dalam komunikasi tatap muka. Pesan yang dikirimkan dan diterima melalui berbagai media sosial dalam konteks komunikasi interpersonal jelas memiliki pengaruh media sosial serta efek media sosial bagi hubungan interpersonal yang dibangun.

 

6. Komunikasi interpersonal melibatkan berbagai pilihan

Pesan-pesan interpersonal yang kita komunikasikan kepada orang lain adalah hasil dari berbagai pilihan yang telah kita buat. Dalam kehidupan interpersonal kita dan interaksi kita dengan orang lain, kita disajikan dengan berbagai pilihan. Maksudnya adalah momen ketika kita harus membuat pilihan kepada siapa kita berkomunikasi, apa yang akan kita katakan, apa yang tidak boleh kita katakan, apakah pilihan frasa yang ingin kita katakan, dan lain sebagainya. Pilihan-pilihan komunikasi interpersonal beserta alasannya, dalam beberapa situasi, berbagai pilihan yang dipilih dapat bekerja dengan baik dibanding yang lainnya.

 

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *