Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli

Pengertian Interaksi Sosial

 

Manusia merupakan mahluk sosial, dimana mahluk sosial merupakan individu yang perlu memiliki hubungan dengan manusia lainnya, sehingga dalam hal ini proses psikologi sosial dan interaksi sosial memang sangat penting dilakukan di tengah- tengah masyarakat. Setiap mahluk individu memang membutuhkan yang namanya hubungan sosial, bahkan dengan ada hubungan tersebut dapat terjalin interaksi sosial dimana dalam hal ini dapat membentuk struktur sosial yang terjadi, khususnya di masyarakat. Sehingga kehidupan kita pun akan jauh lebih tertata dengan sesuatu hal yang berkaitan dengan norma dan juga hubungan interaksi satu sama lain.

Dalam hal ini juga yang membuka seseorang untuk lebih bisa menerima dan juga mengenal budaya lain, khususnya budaya luar, sehingga bisa lebih mengenal satu sama lain. Di dalam sebuah aktivitas interaksi sosial terdapat sebuah kemungkinan yang harus dilakukan, agar di dalam kehidupan masyarakat terjadi yang namanya kemungkinan inerkasi sosial yang terjadi.

Dalam hal ini yang dimaksud dengan penyesuaian tersebut adalah bisa meleburkan keadaan di sekelilingnya baik itu di lingkungan maupun di dalam keadaan seorang individu tersebut. Interaksi sosial memang terlihat sangat sederhana, namun dari hal tersebut tentu memiliki peranan yang sangat komplek, sehingga meskipun terlihat sederhana namun perilaku yang di dasarinya berhubungan dengan kegiatan psikologis.

 

Berikut ini beberapa pengertian interaksi sosial menurut ahli :

Menurut Gillin dan Gillin (dalam Soekanto, 2012:55-56) Interaksi sosial merupakan hubungan -hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Manusia sebagai individu hidup dalam sebuah lingkungan sosial, dimana diantara individu saling berkomunikasi dengan sesamanya baik itu secara personal (dengan individu lain) maupun secara kelompok. Komunikasi yang terjalin semata-mata tidak hanya satu arah, tetapi juga saling memberikan respon terhadap satu sama lain. Sehingga dari peristiwa semacam itu muncullah interaksi diantara kedua pihak.Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.

Interaksi menurut pendapat Young (Gunawan, 2000:31) adalah kontak timbal balik antara dua orang atau lebih. Sedangkan menurut Psikologi Tingkahlaku (Behavioristic Psychology), interaksi sosial berisikan saling perangsangan dan pereaksian antara kedua belah pihak individu.

Interaksi menurut Susanto (1983 : 32) ialah akibat dari adanya proses komunikasi, yaitu saling mempengaruhi antara individu satu dengan individu yang lain di dalam masyarakat yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam masyarakat ataupun proses sosial. Bonner (Gerungan, 1988 : 57) menyatakan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu yang saling mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan antar individu yang satu dengan individu yang lainnya. Bintarto (1983 : 61) berpendapat bahwa, interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara individu, antara individu dengan kelompok, maupun antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Menurut Bales dan Homans dalam Santoso (2004:10), pada hakekatnya manusia memiliki sifat yang dapat digolongkan ke dalam :

  1. Manusia sebagai makhluk individual
  2. Manusia sebagai makhluk sosial
  3. Manusia sebagai makhluk berkebutuhan

Menurut Kimbal Young dan Raymond dalam Soekanto (1970:192) mengatakan bahwa interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, oleh karena itu tanpa interaksi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orang perorang secara badaniah belaka tidak akan menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial. Pergaulan hidup semacam itu baru akan terjadi apabila orang-orang, perorangan atau kelompok-kelompok manusia bekerjasama, saling berbicara dan seterusnya untuk mencapai suatu tujuan bersama, mengadakan persaingan, pertikaian dan lain sebagainya.

 

Macam-macam Interaksi Sosial

Upaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya dilaksanakan melalui proses sosial yang disebut interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok dalam masyarakat. Dalam kenyataan sehari-hari terdapat tiga macam interaksi sosial (Rahman D dkk, 2000: 21-22). Antara lain:

  • Interaksi antara individu dan individu

Pada interaksi ini individu yang satu memberi pengaruh, rangsangan, atau stimulus kepada individu yang lainnya. Sedangkan individu yang terkena pengaruh akan memberikan reaksi, tanggapan atau respon. Dalam interaksi antara individu dan individu dapat berwujud dalam bentuk berjabat tangan, saling menegur, bercakap-cakap atau mungkin bertengkar.

  • Interaksi antara individu dan kelompok

Interaksi antara individu dan kelompok secara konkrit dapat dilihat pada seorang warga komplek perumahan dengan kelompok pengajian di lingkungan Kelurahan Pangkalan Masyhur. Selain itu dapat dilihat seorang orator sedang berpidato di depan orang banyak. Bentuk interaksi ini menunjukkan bahwa kepentingan seorang individu berhadapan dengan kepentingan kelompok.

  • Interaksi antara kelompok dan kelompok

Bentuk interaksi antara kelompok dan kelompok menunjukkan bahwa kepentingan individu dalam kelompok merupakan satu kesatuan, berhubungan dengan kepentingan individu dalam kelompok yang lain. Dalam interaksi ini setiap tindakan individu merupakan bagian dari kepentingan kelompok misalnya kelompok pengajian komplek perumahan Bukit Johor Mas dengan kelompok pengajian.

 

Aspek-Aspek Interaksi Sosial

Setiap individu yang berhubungan dengan individu yang lain, baik hubungan sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok, hubungan sosial itu memiliki aspek-aspek sebagai berikut :

1. Adanya hubungan

Setiap interaksi sudah barang tentu terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan individu maupun antara individu dengan kelompok, serta hubungan antara kelompok dengan kelompok. hubungan antara individu dengan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengakar. Contoh seorang warga komplek perumahan Bukit Johor Mas yang bertegur sapa dengan warga lainnya, dua orang warga komplek perumahan yang saling berjabat tangan. Hubungan timbal-balik antara individu dengan kelompok, misalnya seorang Lurah yang sedang berpidato di depan warganya, ketua perkumpulan pengajian yang sedang ceramah. Hubungan timbal balik antara kelompok dengan kelompok, misalnya rapat antar RT, pertandingan untuk acara 17 Agustus antar RT.

2. Ada individu

Setiap interaksi sosial menuntut tampilnya individu-individu yang melaksanakan hubungan. Hubungan sosial itu terjadi karena adanya peran serta dari individu satu dan individu lain, baik secara person atau kelompok.

3. Ada tujuan

Setiap interaksi sosial memiliki tujuan tertentu seperti mempengaruhi individu lain. Misalnya,seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di warung atau toko dan menawar barang yang akan dibelinya, hal itu adalah salah satu fungsi untuk mempengaruhi individu lain agar mau menuruti apa yang dikehendaki oleh ibu pembeli tersebut.

4. Adanya hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok

Interaksi sosial yang ada hubungan dengan struktur dan fungsi kelompok ini terjadi karena individu dalam hidupnya tidak terpisah dari kelompok. Di samping itu, tiap-tiap individu memiliki fungsi dalam kelompoknya. Individu di dalam kehidupannya tidak terlepas dari individu yang lain, oleh karena itu individu dikatakan sebagai makhluk sosial yang memiliki fungsi dalam kelompoknya. Hal lain yang dapat dilihat, seorang Lurah yang memiliki fungsi untuk membentuk anggota masyarakatnya menjadi masyarakat yang damai, tertib aman dan sejahtera, dan untuk mewujudkan hal tersebut di butuhkan pula keikutsertaan dari setiap anggota masyarakatnya. Jadi dalam hal ini setiap individu ada hubungannya dengan struktur dan fungsi sosial (Santoso, 2004 : 11).

Dengan demikian konsep interaksi sosial yang digunakan di dalam tulisan ini adalah konsep dari Soerjono Soekanto bahwa interaksi sosial merupakan sarana dalam melakukan hubungan dengan lingkungan sekitarnya. Karena interaksi merupakan kunci dari semua kehidupan sosial itu sendiri, tanpa interaksi sosial tidak mungkin ada kehidupan bersama. Dan Bonner (Gerungan, 1988 : 57) menyatakan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu yang saling mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan antar individu yang satu dengan individu yang lainnya.

 

Faktor-faktor yang Berpengaruh dalam Interaksi Sosial

Dalam interaksi sosial terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi tersebut, yaitu faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya interaksi tersebut (Santoso, 2004:12). Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial sebagai berikut:

  1. Situasi sosial
  2. Kekuasaan norma kelompok
  3. Tujuan pribadi masing-masing individu
  4. Interaksi sesuai dengan kedudukan dan kondisi setiap individu
  5. Penafsiran situasi

 

Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial

Interaksi dapat berlangsung apabila individu berhubungan dengan individu yang lain dan melibatkan hubungan sosial. Dalam interaksi sosial harus ada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu:

a. Kontak sosial

Kata kontak terdapat dua buah kata yang berasal dari bahasa Latin yaitu Con atau Cum yang artinya bersama-sama dan tango yang artinya menyentuh (Soekanto, 2001 : 64). Sehingga kontak dapat diartikan menyentuh bersama-sama. Namun sebagai gejala sosial, kontak dapat dilakukan tanpa harus dengan menyentuhnya, seperti berbicara dengan orang lain. Lebih lanjut Soekanto menyatakan bahwa kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu :

  1. Antara individu dengan individu, hubungan timbal balik antara individu dan individu ditandai antara lain dengan tegur sapa, berjabat tangan, dan bertengkar. Contohnya adalah dua orang sahabat yang saling berjabat tangan.
  2. Antara individu dengan kelompok, contoh hubungan timbal balik antara individu dengan kelompok adalah seorang Lurah yang sedang berpidato di depan warga masyarakatnya, seorang kyai yang sedang berceramah di depan jemaahnya.
  3. Antara kelompok satu dengan kelompok yang lain, contoh hubungan timbal balik antara kelompok dengan kelompok adalah pertandingan sepak bola antar RT, rapat antar RT.

b. Komunikasi

Komunikasi adalah setiap proses pembagian informasi, gagasan, atau perasaan yang tidak saja dilakukan secara lisan dan tertulis melainkan melalui bahasa tubuh, gaya atau tampilan pribadi atau hal lain di sekelilingnya yang memperjelas makna (Walstrom, 1992:8). Proses pembagian ini yang dinamakan interaksi sosial di lingkungan masyarakat sebagai suatu proses sosial.

 

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *