Ketelitian (Accuracy)

Ketelitian (Accuracy)

Pengertian Ketelitian Menurut Ahli

Ketelitian adalah kecermatan atau keseksamaan seseorang dalam melakukan sesuatu (KBI Kontemporer, 2002 : 1571). Ketelitian juga merupakan kesesuaian dari suatu data yang diukur secara berulang. Ketelitian memiliki pengaruh tertentu terhadap hasil belajar individu. Persentase ketelitian siswa diukur melalui tes ketelitian yaitu dengan memberikan jenis-jenis tes ketelitian dalam lembar portofolio ( KBBI, 1996).

Ketelitian adalah hal yang dibutuhkan oleh seluruh manusia untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. Penurunan ketelitian dapat mengakibatkan seseorang memperoleh hasil prestasi belajar yang buruk (Prayudi dalam Hidayati, 2007 : 1). Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer (2002 : 1571), teliti berarti cermat ; seksama.

Ketelitian sangat penting dalam melakukan pekerjaan. Ketelitian pada dasarnya merupakan ketepatan dalam melakukan suatu pekerjaan. Ketelitian menunjukan gerakan yang memerlukan pengawasan terus-menerus. Hal ini berkaitan dengan jumlah kesalahan yang dilakukan. Ketelitian ini dapat mengukur hasil aktivitas yang dihasilkan oleh gerakan-gerakan tubuh. Berkurangnya ketelitian dapat menurunkan kualitas hasil kerja, bahkan dalam beberapa kasus telah menyebabkan kecelakaan (Oborne dalam Hidayati, 2007 : 2).

Ketelitian dan kejelian sangat dibutuhkan oleh seseorang yang akan bekerja disebuah perusahaan atau instansi, dimana ketika seseorang memiliki ketelitian dan kejelian yang tinggi, maka ia akan dengan mudah menangkap, mencerna, dan menerjemahkan berbagai instruksi, petunjuk, perintah ditempat ia bekerja. Untuk mengukur kecermatan dan kejelian seseorang terhadap suatu hal maka digunakanlah tes ketelitian, dimana tes ketelitian ini merupakan salah satu komponen penting dalam psikotes karena tes ketelitian ini sendiri bertujuan untuk menguji kecermatan atau kejelian seseorang terhadap sesuatu hal. Tes ketelitian sendiri sudah banyak digunakan oleh perusahaan, lembaga ataupun instansi dalam menyeleksi calon SDM (Sarwadi, dkk. 2015 : 391).

 

Ciri-ciri Ketelitian

Adapun ciri-ciri orang yang memiliki ketelitian antara lain :

  1. Menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar kepala.
  2. Menikmati penggunaan bahasa komputer atau program logika.
  3. Suka menanyakan pertanyaan logis.
  4. Menjelaskan masalah secara logis.
  5. Merancang eksperimen untuk menguji hal-hal yang tidak dimengerti.
  6. Mudah memahami sebab akibat.
  7. Seseorang dengan kecerdasan matematis logis yang tinggi biasanya memiliki ketertarikan terhadap angka-angka, menikmati ilmu pengetahuan, mudah mengerjakan matematika dalam benaknya.
  8. Dia juga suka memecahkan misteri, senang menghitung, suka membuat perkiraan, menerka jumlah (seperti menerka jumlah uang logam dalam sebuah wadah), mudah mengingat angka-angka serta skor-skor, menikmati permainan yang menggunakan strategi seperti catur atau games strategi, memperhatikan antara perbuatan dan akibatnya (yang dikenal dengan sebab-akibat).
  9. Senang menghabiskan waktu dengan mengerjakan kuis asah otak atau teka-teki logika, senang menemukan cara kerja komputer, senang mengelola informasi kedalam tabel atau grafik dan mereka mampu menggunakan komputer lebih dari sekedar bermain games.
  10. Orang yang mempunyai ketelitiannya tinggi sangat mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi, dalam pemikiran serta cara mereka bekerja.
  11. Dalam menghadapi banyak persoalan, dia akan mencoba mengelompokkannya sehingga mudah dilihat mana yang pokok dan mana yang tidak, mana yang berkaitan antar satu dan yang lain, serta mana yang merupakan persoalan lepas.
  12. Mereka juga dengan mudah membuat abstraksi dari suatu persoalan yang luas dan bermacam-macam sehingga dapat melihat inti persoalan yang dihadapi dengan jelas (Nelvin, 2016 : 22).

Pemikiran orang yang teliti adalah induktif dan deduktif. Jalan pikirannya bernalar dan dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat. Bila menghadapi persoalan, ia akan lebih dahulu menganalisanya secara sistematis, baru kemudian mengambil langkah untuk memecahkannya. Biasanya orang yang menonjol dalam inteligensi ini dapat menjadi organisator yang baik. Peserta didik yang mempunyai ketelitian menonjol biasanya mempunyai nilai perhitungan yang baik, jalan pikirannya bila bicara dan memecahkan persoalan logis, pikirannya rasional. Ia suka belajar dengan skema, bagan, dan tidak begitu suka bacaan yang panjang kalimatnya.Ia dengan mudah mengerti isi buku bila ada skema dan bagan di dalamnya. Dengan melihat pekerjaan peserta didik dalam hal sains, seorang guru dengan cepat dapat mengetahui peserta didik mana yang mempunyai ketelitian lebih menonjol dibandingkan yang lain (Nelvin, 2017 : 22).

 

 Faktor yang mempengaruhi Ketelitian

Ketelitian dipengaruhi oleh kecepatan mata untuk melihat suatu obyek dan memfokuskan kepada obyek yang penting. Selain itu, ketelitian juga dipengaruhi keadaan dari korteks bagian parietal terutama area kalkarina lobus okspital yang menerima dan menginterpretasi semua obyek yang dilihat oleh mata. (Slameto dalam Hidayati, 2007 : 2).

Obyek yang dapat digunakan untuk mengukur ketelitian seseorang sangat beragam meliputi bentuk, warna, angka, huruf dan kata. Akan tetapi dari semua obyek tersebut, angka dan kata merupakan suatu hal yang paling mendasar yang dimiliki seseorang. Angka dan kata termasuk kedalam kemampuan intelektual umum yang merupakan elemen intelegensi yang terpenting dan setiap ndividu berbeda dalam kuantitas yang dimilikinya. (Spearman dalam Nurfaizah, 2007).

Ketelitian umumnya memerlukan pengawasan yang terus-menerus dari mata, sehingga pada proses ketelitian kerja yang banyak berpengaruh adalah mata sebagai penerima berita atau obyek. Ketelitian pada manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah konsentrasi, tingkat pendidikan, faktor persiapan, kesehatan, usia, asupan makanan maupun obat-obatan dan kesehatan. Salah satu faktor yang berpengaruh untuk memperbaiki ketelitian adalah makanan. Asupan makanan yang berpengaruh pada ketelitian adalah glukosa karena otak manusia membutuhkan 65% glukosa dari total glukosa darah agar dapat memenuhi metabolismenya. Ketika otak dapat memenuhi metabolismenya dengan baik, maka ketelitian dapat meningkat (Guyton dalam Hidayati, 2007:1). Selain itu glukosa juga dapat meningkatkan serotonin yang dapat meningkatkan mood. Ketika mood seseorang meningkat, maka ketelitian orang tersebut akan menigkat juga. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ketika mood seseorang buruk, maka ketelitian akan menurun (Ottaviani dalam Hidayati, 2007 : 1) dan ketika mood baik maka ketelitian akan meningkat (Grawitch, dkk dalam Hidayati, 007 : 2).

 

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *