ALAT-ALAT TES PSIKOLOGI

Alat Tes Psikologi

Alat Tes Psikologi

Mengenal dan mengetahui alat-alat tes psikologi merupakan pengetahuan mendasar yang harus diketahui dan dimiliki oleh sarjana psikologi, terlebih lagi bagi seseorang yang menyandang gelar M.Psi, psikolog. Yang secara resmi sebagai Profesi psikolog. Psikolog yang telah memiliki SIPP (Surat Izin Praktik Psikolog) dan telah terbiasa dalam memberikan tes psikologi lebih direkomendasikan untuk menjamin keobjektivitasan hasil tes. Karena para psikolog telah diambil sumpahnya untuk berjanji menjalankan profesinya menurut aturan yang berlaku.

Jenis-Jenis Alat Tes Psikologi

Jenis-jenis alat tes psikologi yang sering digunakan, antara lain alat tes kepribadian, terdiri atas beberapa pilihan alat tes psikologi, diantaranya:

  • PAPI Kostic, menjabarkan kepribadian yang dinyatakan dalam 20 aspek dan setiap aspek mewakili peran atau kebutuhan tertentu. Rendah atau tingginya peran atau kebutuhan tertentu memiliki makna spesifik tertentu yang terkait dengan kepribadian individu.
  • WARTEGG (WZT), digunakan untuk mengukur aktifitas, intelektual, imajinasi dan emosi seseorang.
  • Draw A Man (DAM) atau tes Gambar Orang, dilakukan untuk mengukur ketahanan kerja, kestabilan, kepercayaan diri dan tanggung jawab.
  • Edwards Personal Preference Schedule (EPPS), terdiri atas pengukuran 16 faktor kebutuhan-kebutuhan yang mendorong seseorang untuk mengungkapkan kepribadiannya.

Alat Tes Intelektual

Terdiri atas beberapa pilihan alat tes psikologi, diantaranya:

  • Tes Kemampuan Dasar (TKD), digunakan untuk menilai kemampuan dasar seseorang. Banyak contoh soal TKD yang telah beredar di internet atau di buku-buku tes psikotes yang dijual di toko-toko buku.
  • Tes Intelegensi Umum (TIU), digunakan untuk mengukur kemampuan mental umum individu. TKD dan TIU biasa dikenal sebagai alat tes psikotes untuk masuk ke perguruan tinggi atau masuk kerja seperti Tes CPNS, Tes Masuk Kerja BUMN, maupun tes masuk perusahaan lainnya.
  • IST (Intelligensi Structure Test), digunakan untuk mengetahui kecocokan antara inteligensi seseorang degan profesi atau pekerjaan tertentu. Tes ini terdiri dari 9 subtes.
  • Army Alpha, digunakan untuk mengetahui daya konsentrasi atau daya tangkap seseorang.
  • CFIT mengukur Intelegensi individu dalam suatu cara yang direncanakan untuk mengurangi pengaruh percakapan verbal, iklim budaya, tingkat pendidikan (Cattel dalam Kumara, 1989). Tes ini terdiri dari 3 skala yang disusun dalam form A dan B secara pararel. Tes ini dikembangkan oleh Raymond B. Cattell dan sejumlah staf penelitian dari Institute of Personality and Ability Testing (IPAT) di Universitas Illinois, USA Tes CFIT yang akan digunakan adalah skala 3 yang biasa ditujukan pada individu yang berusia 13 tahun ke atas (sampai dewasa)
    Tes CFIT skala 3 terdiri atas 4 sub tes dengan waktu yang digunakan berbeda-beda
  • STM (Standard Progressive Matrices)
    Merupakan salah satu contoh bentuk skala inteligensi yang dapat diberikan secara individual ataupun kelompok. Skala ini dirancang oleh J.C. Raven pada tahun 1960. SPM merupakan tes yang bersifat nonverbal, artinya materi soal-soalnya diberikan tidak dalam bentuk tulisan ataupun bacaan melainkan dalam bentuk gambar-gambar.
    SPM tidak memberikan suatu angka IQ akan tetapi menyatakan hasilnya dalam tingkat atau level intelektualitas dalam beberapa kategori, menurut besarnya skor dan usia subjek yang dites, yaitu:
    Grade I : Kapasitas intelektual Superior.
    Grade II : Kapasitas intelektual Di atas rata-rata
    Grade III : Kapasitas intelektual Rata-rata.
    Grade IV : Kapasitas intelektual Di bawah rata-rata.
    Grade V : Kapasitas intelektual Terhambat.
  • SB (Skala Binet)
    Tes Binet dipublikasikan pertama kali pada tahun 1905 di Paris, Perancis oleh Binet – Simon. Pertama menggunakan 30 soal yang disajikan secara urut. Revisi 1 (1916) di Stanford University Amerika Serikat oleh Terman (revisi yang paling terkenal). Revisi 2 (1937), bersama Merril, tes direvisi menjadi 2 bentuk, yaitu L & M. Revisi 3 (1960), menggabungkan bentuk L & M menjd L-M. Pada tahun 1972 restandardisasi tabel IQ. Revisi 4 (1986) oleh Thorndike dkk.
    Tes Binet yang digunakan di Indonesia: revisi ke 3 dari Terman & merril pada tahun 1960, yaitu Stanford Binet Intellegence Scale Form L-M. Hasil tes berupa IQ yang dapat dilihat pd tabel IQ atau dengan melihat perbandingan antara MA & CA.
    Θ Klasifikasi IQ Tes Binet:
    140 keatas ⇒ Very Superior
    120-139 ⇒ Superior
    110-119 ⇒ Rata-rata Atas
    90-109 ⇒ Normal atau Rata-rata
    80-89 ⇒ Rata-rata Bawah
    70-79 ⇒ Borderline Deffective
    69-kebawah ⇒ Cacat Mental (Mentally Detective)

  • WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale)
    Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) tes adalah instrumen klinis utama yang digunakan untuk mengukur kecerdasan orang dewasa dan remaja.WAIS asli (Formulir I) diterbitkan pada bulan Februari 1955 oleh David Wechsler , sebagai revisi yang Wechsler Bellevue Intelligence-Skala. WAIS diciptakan dengan dasar pikiran bahwa inteligensi terdiri dari aspek-aspek verbal, abstrak, numerical, dan faktor G. WAIS bertujuan untuk mengungkap intelligensi orang dewasa. Tujuan pemisahan verbal dan performence IQ adalah untuk keperluan diagnosa jika misalnya seseorang mendapat handicap dalam bidang verbal atau cultural. WAIS mengukur 2 aspek kemampuan potensial subyek yaitu aspek verbal dan aspek performance.
    ♠ WISC terdiri dari 2 skala dari 12 subtes yaitu:
    1. SKALA VERBAL
    ♦ Information (Informasi)
    ♦ Comprehension (Pemahaman)
    ♦ Arithmetic (Hitungan)
    ♦ Similarities (Kesamaan)
    ♦ Vocabulary (Kosakata)
    ♦ Digit span (Rentang angka)
    2. SKALA PERFORMANSI
    ♦ Picture Completion (Kelengkapan gambar)
    ♦ Picture Arrangement (Susunan gambar)
    ♦ Block Design (Rancangan balok)
    ♦ Object Assembly (Perakitan Objek)
    ♦ Coding (Sandi)
    ♦ Mazes (Taman sesat)

  • TES KEMAMPUAN KERJA
    ♦ Tes Kraepelin
    Tes Kraepelin merupakan hasil dari ciptaan Emilie Kraepelin dia adalah seorang Psikiater dari Jerman, adapun proses pembuatannya dari tahum 1856-1926. Alat ini dapat tercipta atas dasar pemikiran dari faktor – faktor yang merupakan kekhasan dari sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku.
    Tujuan dari tes Kraepelin sebenarnya adalah digunakan untuk menentukan seperti apa tipe performance seseorang, misalnya hasil penjualan yang rendah, dapat mengindikasi daya gejala depresi mental. Selain itu tes Kraepelin juga dapat digunakan untuk mengukur seberapa maximum performance dari seseorang. Seperti faktor kecepatan (Speed factor), faktor ketelitian (accuracy factor), faktor keajegan (ritme factor), faktor ketahanan (ausdeur factor).

    ♦ Tes Pauli
    Tes Pauli dikembangkan pada tahun 1983, oleh Dr.Richard Pauli bersama dengan Dr. Wilhem Arnold dan Prof. Dr. Van Hiss. Pada dasarnya, Richard Pauli tergolong dalam suatu aliran yang ingin membuat psikologi menjadi bidang ilmu pasti, yaitu membuat psikologi sebagai suatu bidang eksperimen. Di dalam penyusunan atau pembuatan test pauli ini, Richard Pauli mengambil cara yang dipergunakan oleh Kraeplin, yaitu menggunakan suatu metode dengan cara mengerjakan penghitungan sederhana di mana yang hendak dilihat adalah kurva kerja dari testee. Kraeplin adalah seorang psikiater atau dokter jiwa yang menggunakan metode dengan menyuruh testee menghitung.
    ♥ Adapun ciri dari test Pauli antara lain adalah: penjumlahan yang mengalir, angka yang ditulis hanya satuan, hasil penjumlahan tidak dijumlahkan dengan angka berikutnya.
    ♥ Tujuan pengukuran tes Pauli adalah mengetahui batas perbedaan kondisi individu, melihat prestasi dengan tepat, dan mengetahui pengaruh sikap kerja terhadap prestasi.
    ♥ Aspek kepribadian yang diukur dalam tes Pauli antara lain:
    o Kekuatan kemauan
    o Daya tahan dan keuletan
    o Ketekunan dan konsentrasi
    o Daya penyesuaian
    o Vitalitas/energi (dengan asumsi, energi = prestasi)
    o Kecermatan dan ketelitian
    o Stabilitas emosi
    o Sikap terhadap tugas, sikap dalam menghadapi tantangan, dan cara mengendalikan diri.

Ada juga tes minat dan bakat yang dilaksanakan di sekolah untuk mengetahui minat dan bakat para remaja sehingga bisa diarahkan dengan baik dalam menggapai masa depannya. Tes tersebut diantaranya MBTI, Stanford-Binet, MMPI, TAT, WISC yang merupakan gabungan tes minat, inteligensi dan kepribadian.

Penyelenggaraan tes psikologi merupakan ranah dan kewenangan psikolog karena dibutuhkan orang yang memiliki dasar ilmu psikologi, berpengalaman menggunakan alat tes dan objektif dalam menafsirkan hasil tes.

Namun banyak penjelasan tentang alat-alat tes psikologi dan tips mengerjakan soal-soal psikotes yang beredar melalui artikel di internet ataupun buku menjadikan siapapun bias mempelajari alat tes psikologi tentunya untuk tujuan yang baik.

 

 

Konsultan Psikologi

2 Comments

  1. Kalau ingin membeli software alat2 tes intelegensi dan kepribadian bagaimana caranya?

    • Selamat siang ibu susan,
      Ibu bisa langsung menghubungi ke nomor telepone 081368000042

      Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *