Pertimbangkan Hal ini Sebelum Menerima Tawaran Pekerjaan

Tawaran pekerjaan datang membawa berjuta emosi yang akan kamu rasakan. Dari mulai perasaan senang, penasaran, deg-degan, galau hingga mungkin perasaan lega karena masa pengangguranmu akan segera berakhir. Namun, kamu tidak boleh lho sembarangan menerima tawaran pekerjaan. Hal ini dikarenakan, kamu akan menghabiskan hampir sepanjang harimu di kantor dan akan berkutat dengan pekerjaan. Jadi, ada beberapa pertimbangan yang harus kamu pikirkan sebelum mulai bekerja. Sebelum mengatakan iya kepada tawaran pekerjaan yang datang, berikut beberapa pertanyaan yang harus kamu pikirkan masak-masak agar tidak menyesal.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Menandatangani Kontrak Kerja

Apakah Saya Nyaman Dengan Pekerjaan Ini?

Bagian HRD tentu sudah percaya bahwa kamu adalah kandidat terbaik yang cocok dengan posisi yang ditawarkan, namun ini saatnya kamu bertanya apakah kamu akan nyaman dengan pekerjaan tersebut nantinya? Tinjau kembali tanggung jawab pekerjaan nantinya dan pikirkan apakah pekerjaan tersebut yang kamu mau atau tidak. Tentu saja kamu pasti akan dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun di dalam bekerja hal yang harus kamu pikirkan adalah kenyamanan dalam menjalani setumpuk tanggung jawab pekerjaan yang akan datang.

Apakah Posisi yang Ditawarkan Menantang Atau Tidak?

Hal kedua yang terpenting sebelum kamu menandatangani kontrak kerja adalah memastikan pekerjaanmu nanti menarik dan kamu bisa terus merasa tertantang untuk menyelesaikan beban pekerjaanmu. Ini menjadi penting karena pekerjaan yang tidak menarik dan tidak ada tantangan akan membuatmu cepat bosan, sehingga ada kemungkinan di awal-awal bulan bekerja, kamu sudah berpikiran untuk resign. Pastikan bahwa kamu tidak hanya bisa menyelesaikan pekerjaanmu nanti, tapi kamu juga harus bisa menemukan tantangan saat menyelesaikannya. Jika tidak, kamu akan kehilangan semangat dalam bekerja.

Apakah Saya Akan Nyaman dengan Boss dan Rekan Kerja?

Kenyamanan dalam bekerja merupakan faktor penting yang membuat betah di kantor. Tak hanya kenyamanan menjalani pekerjaan saja yang harus kamu pertimbangkan, tapi juga kenyamanan dengan para manajer dan rekan kerja. Pikirkan baik-baik apakah orang-orang di kantor tersebut dapat membuatmu nyaman atau tidak.

Apakah Lingkungan Kerja Mendukung Untuk Saya Bisa Lebih Produktif?

Dengan kata lain, apakah di kantor baru bisa membuat saya tetap fokus dan bersemangat dalam bekerja? Apakah perusahaan menyiapkan kebutuhan untuk menggapai sukses sesuai versi yang kamu punya? Mungkin profesi yang ditawakan merupakan profesi idaman banyak orang, tapi jika kamu tidak bersemangat di kantor sebaiknya lupakan menerima tawaran pekerjaan tersebut.

Apakah Saya Bangga Berkerja di Perusahaan Ini?

Saat sudah menjadi karyawan, apakah kamu merasa bangga bekerja di perusahaan tersebut? Sebelum menandatangani kontrak kerja, sebaiknya evaluasi kira-kira akankah kamu merasa bangga dengan pekerjaan dan perusahaan tersebut atau tidak? Evaluasi bisa berdasarkan dari nama perusahaan, jasa atau produk yang ditawarkan ataupun gaji yang kamu dapat. Bangga dengan pekerjaan bisa merupakan penambah semangat kamu dalam bekerja, dengan begitu produktifitas kerjapun akan meningkat.

Apakah Pekerjaan Tersebut Bisa Menunjang Ke Karir Selanjutnya?

Sebelum mulai meniti karir, sebaiknya kamu menentukan goal apa yang akan kamu raih. Sehingga, saat menandatangani kontrak kerja, kamu bisa memperkirakan apakah pekerjaan tersebut bisa menunjangmu untuk melangkah ke karir selanjutnya atau tidak. Selalu pastikan bahwa pekerjaan yang akan kamu jalani bukan hanya sebagai pelarian dari pekerjaanmu yang lama atau hanya sebagai ‘pengisi waktu sesaat’ sebelum kamu mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan. Pikir dua kali bila tawaran pekerjaan tersebut tidak membantumu menuju karir impian.

Sobat, ingat kamu tidak boleh  asal menerima tawaran pekerjaan yang datang. Keseharian hari-harimu akan dihabiskan di kantor dan kamu akan berkutat dengan pekerjaan, jadi bisa dibayangkan kan jika misalnya kamu tidak enjoy dengan pekerjaanmu. Namun, jika kamu terlanjur menerima tawaran pekerjaan, sebaiknya kamu meninjau ulang untuk tetap bertahan di kantor yang lama atau mulai mencari pekerjaan baru yang sesuai dengan passion-mu. Semoga bermanfaat…!!!

TIPS MENGHADAPI WAWANCARA / INTERVIEW KERJA

 

 

 

Tips Menghadapi Wawancara / Interview Kerja

1. Klarifikasi Pertanyaan dari Interviewer 

Banyak dari kita terkadang merasa takut untuk mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan dari pewawancara atau interviewer saat wawancara berlangsung. Hal ini terjadi karena kita khawatir bahwa pewawancara akan berpikir kamu tidak memperhatikan pada pertanyaan yang mereka ajukan. Padahal dengan mengklarifikasi pertanyaan, tujuannya adalah untuk memperjelas pertanyaan tersebut. Tentunya, diharapkan kamu tidak salah dalam menjawabnya. Selain itu, hal ini juga dapat membantu kamu lebih rilex dalam memberikan respon yang relevan dan bijak.

2. Berpikir Keras

Salah satu kesalahan yang banyak dialami pada saat wawancara adalah mengulur-ulur waktu ketika kamu tidak memiliki jawaban yang pas. Bahkan kadang secara spontan kita menjawab dengan kalimat “Saya tidak tahu.” Meski kamu tidak memiliki jawaban yang tepat dengan pertanyaan yang diajukan, ada baiknya coba untuk berpikir keras beberapa menit. Ini adalah taktik yang baik untuk mensiasati masalah ini.

“Pendekatan terbaik adalah tetap rendah hati,” kata Shon Burton, CEO HiringSolved. “Ulangi pertanyaan pewawancara, dan mulailah berpikir keras. Interviewer mungkin akan memberi petunjuk jika kamu sedang berpikir aktif bukan sengaja mengulur-ulur waktu.”

3. Komunikasi NonVerbal

Pada saat kamu pergi ke sebuah wawancara, apakah kamu menemukan diri kamu dalam keadaan gelisah dan menatap lantai atau meja ketika menjawab pertanyaan? Jika benar demikian, kamu mungkin akan melewatkan kesempatan yang ada di depan kamu.

“Komunikasi nonverbal yang baik berbicara banyak tentang si pelamar kerja,” kata Jonna Myers, koordinator layanan karir di Southwestern Oklahoma State University. “Ini adalah sesuatu yang kebanyakan orang tidak melatihnya, tapi itu membuatnya sangat jelas ketika Anda gugup.”

Myers menganjurkan agar berlatih melakukan wawancara dengan seorang teman atau belajar menjawab pertanyaan di depan cermin. Ini bertujuan untuk melatih kontak mata, bahasa tubuh dan indikator-bahasa lain yang akan mempengaruhi penilaian tentang kamu. Jangan lupa untuk berjabat tangan erat baik sebelum dan sesudah wawancara. Ingat, jangan menjauh atau menghindar dari kontak mata selama wawancara.

4. Pahami Resume Kamu Sendiri

Mengetahui resume kamu sendiri secara luar dalam adalah bagian sangat penting agar sukses dalam sesi wawancara. Seperti kita tahu bahwa banyak pencari kerja saat ini, menyesuaikan resume mereka agar sesuai dengan perusahaan atau posisi tertentu. Karenanya, pastikan kamu meluangkan waktu untuk memahami resume kamu sendiri. Jangan sampai di resume kamu tertulis A tapi ketika diberi pertanyaan kamu justru menjawab B. Hal ini akan membuktikan bahwa kamu kurang memahami diri kamu sendiri.

5. Gali Informasi Tentang Perusahaan

Setiap pencari kerja pasti akan dihubungi terlebih dahulu oleh perusahaan setempat sebelum menghadiri sesi interview. Hal ini sebaiknya kamu manfaatkan dengan menggali informasi lebih banyak tentang posisi yang kamu apply. Dan yang terpenting adalah cari informasi tentang perusahaan yang akan kamu datangi. Ini akan memberi nilai plus buat kamu. Artinya, kamu akan tampak paham tentang posisi yang kamu apply dan juga memiliki pengetahuan seperti apa perusahaan tersebut. Pewawancara akan terkesan dengan jawaban kamu terkait posisi yang kamu inginkan.
Salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan informasi perusahaan setempat adalah dengan menggunakan LinkedIn. Cari juga informasi tentang orang-orang yang memiliki posisi sama dengan yang kamu apply. Biasanya, di LinkedIn juga kamu bisa mendapatkan informasi tentang event-event yang sedang dilakukan oleh perusahaan tersebut.