Manfaat Penilaian Kinerja

Manfaat Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja menurut Rivai (2005) mempunyai manfaat, yaitu:

  1. Manfaat bagi karyawan yang dinilai

Bagi karyawan yang dinilai, keuntungan pelaksanaan penilaian kinerja adalah antara lain:

  • Meningkatkan motivasi
  • Meningkatkan motivasi kerja
  • Adanya kejelasan standar hasil yang diharapkan karyawan
  • Umpan balik dari kinerja lalu yang akurat dan konstruktif
  • Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar
  • Pengembangan perencanaan untuk meningkatkan kinerja dengan membangun kekuatan dan mengurangi kelemahan semaksimal mungkin
  • Adanya kesempatan untuk berkomunikasi ke atas
  • Peningkatan pengertian tentang nilai pribadi
  • Kesempatan untuk mendiskusikan permasalahan pekerjaan dan bagaimana karyawan dapat mengatasinya
  • Suatu pemahaman jelas dari yang diharapkan dan yang perlu dilaksanakan untuk mencapai harapan tersebut
  • Adanya pemahaman yang jelas tentang konteks pekerjaan
  • Kesempatan untuk mendiskusikan cita-cita dan bimbingan apapun dorongan atau pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi cita-cita karyawan
  • Meningkatkan hubungan yang harmonis dan aktif dengan atasan

2. Manfaat bagi penilai

Bagi penilai, manfaat pelaksanaan penilaian kinerja adalah:

  • Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajemen selanjutnya.
  • Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umun tentang pekerjaan individu dan departemen-departemen yang lengkap
  • Memberikan peluang untuk mengembangkan system pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri maupun pekerjaan dari bawahannya
  • Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang nilai pribadi
  • Peningkatan kepuasan kerja
  • Pemahaman yang lebih baik terhadap karyawan, tentang rasa takut, rasa grogi, harapan dan aspirasi karyawan
  • Meningkatkan kepuasan kerja baik dari para manajer maupun dari para karyawan
  • Kesempatan untuk menjelaskan tujuan dan prioritas penilai dengan memberikan pandangan yang lebih baik terhadap bagaimana karyawan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada perusahaan
  • Meningkatkan rasa harga diri yang kuat diantara manajer dan juga para karyawan, karena telah berhasil mendekatkan ide dari karyawan dengan ide dari para manajer
  • Sebagai media untuk mengurangi kesenjangan antara sasaran individu dengan sasaran kelompok atau sasaran departemen sumber daya manusia atau sasaran perusahaan
  • Kesempatan bagi manajer untuk menjelaskan kepada para karyawan apa yang sebenarnya diinginkan oleh perusahaan dari para karyawan sehingga para karyawan dapat mengukur dirinya
  • Sebagai media untuk meningkatkan interpersonal relationship (hubungan antara pribadi)
  • Dapat sebagai sarana meningkatkan motivasi karyawan dengan lebih memusatkan perhatian secara pribadi
  • Merupakan kesempatan berharga bagi manajer agar dapat menilai kembali yang telah dilakukan sehingga ada kemungkinan merevisi target atau menyusun prioritas baru
  • Bisa mengidentifikasi kesempatan untuk rotasi atau perubahan tugas karyawan.

 

3. Manfaat bagi perusahaan

Bagi perusahaan, manfaat penilaian adalah antara lain:

  • Perbaikan seluruh simpul unit-unit yang ada dalam perusahaan
  • Meningkatkan pandangan secara luas menyangkut tugas yang dilakukan oleh masing-masing karyawan
  • Meningkatkan kualitas komunikasi
  • Meningkatkan motivasi karyawan secara keseluruhan
  • Meningkatkan keharmonisan hubungan dalam pencapaian tujuan perusahaan
  • Peningkatan segi pengawasan melekat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh karyawan
  • Harapan dan pandangan jangka panjang dapat dikembangkan
  • Untuk mengenali lebih jelas pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan
  • Meningkatkan kemampuan menemukan setiap permasalahan
  • Sarana penyampaian pesan bahwa karyawan dihargai oleh perusahaan
  • Kejelasan dan ketepatan dari pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan oleh karyawan, sehingga perusahaan dapat tampil prima
  • Dapat membentuk budaya perusahaan menjadi mapan
  • Karyawan yang potensial dan memungkinkan untuk menjadi pimpinan perusahaan atau sedikitnya yang dapat dipromosikan, menjadi lebih mudah terlihat dan memungkinkan peningkatan tanggung jawab secara akurat
  • Jika penilaian kinerja telah melembaga dan keuntungan yang diperoleh perusahaan menjadi lebih besar, penilaian kinerja akan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

PENILAIAN KINERJA

Hasil dari kegiatan penilaian kinerja akan membantu perusahaan dalam hal (Cascio, 2003; Achmad S.Ruky, 2002: 10) :

  1. Kompensasi (Compensation)

Menyediakan sarana sebagai dasar untuk menaikkan gaji dan membandingkan prestasi kerja karyawan dengan gaji yang diperolehnya (performance based pay).

  1. Kaderisasi (Succession Planning)

Dengan melaksanakan penilaian kinerja akan dapat diketahui karyawan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan karirnya dan dicalonkan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

  1. Tindakan disiplin

Sebagai dasar untuk mengambil tindakan bagi karyawan dalam masapercobaan.

  1. Pengembangan (Development)

Output atau hasil dari penilaian kinerja dapat digunakan sebagai dasarpengembangan karyawan melalui:

  1. Pelatihan

Hasil penilaian kinerja dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang harus diberikan bagi karyawan agar mampu mencapai standar penilaian kinerja yang diharapkan.

2.Pembinaan Karyawan (Mehtoring, Coaching, Counseling)

Penilaian kinerja dapat menjadi sarana menyampaikan umpan balik (feedback) mengenai hal yang telah dikerjakan dan alat untuk melakukan program coaching dan counseling.

3. Jenjang karier (Career Path)

Hasil dari penilaian kinerja dapat berguna sebagai alat untuk menentukan pemberian tugas (job assignments) kepada karyawan untuk mengembangkan kompetensinya, serta digunakan sebagai alat untuk melakukan promosi, rotasi, dan demosi.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja adalah prosedur penilaian sistematis atas karyawan mengenai prestasinya dalam pekerjaan dan potensinya untuk dikembangkan, serta cara mengukur kontribusi karyawan terhadap organisasi tempatnya bekerja.

 

  1. Faktor-faktor  yang dinilai

Studi yang dilakukan oleh Lazer dan Wikstrom tahun 1977 (dalam Veithzal Rivai, 2006: 324), faktor yang paling umum muncul di beberapa institusi/ perusahaan adalah pengetahuan tentang pekerjaannya, kepemimpinan, inisiatif, kualitas pekerjaan, kerja sama, pengambilan keputusan, kreativitas, dapat diandalkan, perencanaan, komunikasi, kecerdasan, pemecahan masalah, pendelegasian, sikap, usaha, motivasi, dan organisasi.

Dari berbagai aspek tersebut, maka faktor-faktor yang dinilai dapat dikelompokkan menjadi :

  1. Kemampuan teknis, yaitu kemampuan menggunakan pengetahuan, metode, teknik dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan tugas serta pengalaman dan pelatihan yang diperolehnya, seperti kemampuan menjalankan tugas, dan keahlian.
  2. Kemampuan hubungan interpersonal, yaitu antara lain kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, memotivasi karyawan, melakukan negosiasi, kerjasama, komunikasi, penyesuaian diri.
  3. Kemampuan konseptual, yaitu kemampuan untuk memahami kompleksitas perusahaan dan penyesuaian bidang gerak dari unit masing-masing ke dalam bidang operasional perusahaan secara menyeluruh, yang pada intinya individu tersebut memahami tugas, fungsi serta tanggung jawabnya sebagai seorang karyawan, seperti tanggung jawab, kreativitas dan inisiatif.