penilaian kinerja, performance apprailsal

PENILAIAN KINERJA

Hasil dari kegiatan penilaian kinerja akan membantu perusahaan dalam hal (Cascio, 2003; Achmad S.Ruky, 2002: 10) :

  1. Kompensasi (Compensation)

Menyediakan sarana sebagai dasar untuk menaikkan gaji dan membandingkan prestasi kerja karyawan dengan gaji yang diperolehnya (performance based pay).

  1. Kaderisasi (Succession Planning)

Dengan melaksanakan penilaian kinerja akan dapat diketahui karyawan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan karirnya dan dicalonkan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.

  1. Tindakan disiplin

Sebagai dasar untuk mengambil tindakan bagi karyawan dalam masapercobaan.

  1. Pengembangan (Development)

Output atau hasil dari penilaian kinerja dapat digunakan sebagai dasarpengembangan karyawan melalui:

  1. Pelatihan

Hasil penilaian kinerja dapat membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan yang harus diberikan bagi karyawan agar mampu mencapai standar penilaian kinerja yang diharapkan.

2.Pembinaan Karyawan (Mehtoring, Coaching, Counseling)

Penilaian kinerja dapat menjadi sarana menyampaikan umpan balik (feedback) mengenai hal yang telah dikerjakan dan alat untuk melakukan program coaching dan counseling.

3. Jenjang karier (Career Path)

Hasil dari penilaian kinerja dapat berguna sebagai alat untuk menentukan pemberian tugas (job assignments) kepada karyawan untuk mengembangkan kompetensinya, serta digunakan sebagai alat untuk melakukan promosi, rotasi, dan demosi.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja adalah prosedur penilaian sistematis atas karyawan mengenai prestasinya dalam pekerjaan dan potensinya untuk dikembangkan, serta cara mengukur kontribusi karyawan terhadap organisasi tempatnya bekerja.

 

  1. Faktor-faktor  yang dinilai

Studi yang dilakukan oleh Lazer dan Wikstrom tahun 1977 (dalam Veithzal Rivai, 2006: 324), faktor yang paling umum muncul di beberapa institusi/ perusahaan adalah pengetahuan tentang pekerjaannya, kepemimpinan, inisiatif, kualitas pekerjaan, kerja sama, pengambilan keputusan, kreativitas, dapat diandalkan, perencanaan, komunikasi, kecerdasan, pemecahan masalah, pendelegasian, sikap, usaha, motivasi, dan organisasi.

Dari berbagai aspek tersebut, maka faktor-faktor yang dinilai dapat dikelompokkan menjadi :

  1. Kemampuan teknis, yaitu kemampuan menggunakan pengetahuan, metode, teknik dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan tugas serta pengalaman dan pelatihan yang diperolehnya, seperti kemampuan menjalankan tugas, dan keahlian.
  2. Kemampuan hubungan interpersonal, yaitu antara lain kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain, memotivasi karyawan, melakukan negosiasi, kerjasama, komunikasi, penyesuaian diri.
  3. Kemampuan konseptual, yaitu kemampuan untuk memahami kompleksitas perusahaan dan penyesuaian bidang gerak dari unit masing-masing ke dalam bidang operasional perusahaan secara menyeluruh, yang pada intinya individu tersebut memahami tugas, fungsi serta tanggung jawabnya sebagai seorang karyawan, seperti tanggung jawab, kreativitas dan inisiatif.

3 thoughts on “PENILAIAN KINERJA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *