Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Negosiasi

Pengertian Negosiasi

1. Beberapa pengertian negosiasi menurut para ahli :

Jackman (2005)

Menurut Jackman, Pengertian negosiasi adalah suatu proses yang terjadi di antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya memiliki pemikiran yang berbeda dan pada akhirnya mencapai kesepakatan.

Oliver ( Purwanto, 2006)

Menurut Oliver, pengertian negoisasi adalah transaksi dimana dua belah pihak memiliki hak atas hasil akhir. Untuk ini diperlukan persetujuan kedua belah pihak hingga terjadi proses saling memberi dan menerima sesuatu untuk memperoleh kesepakatan bersama.

Tim Hindle (Rustono, 2008)

Menurut Tim Hindle di dalam bukunya “Negotiation Skills” pengertian negosiasi adalah keterampilan untuk merekonsiliasi hasil yang baik untuk semua pihak.

Robbins (2003)

Menurut Robbins, pengertian negosiasi adalah proses yang di dalamnya terdapat dua pihak atau lebih yang bertukar barang atau jasa dalam upaya menyepakati tingkat kerjasama tersebut bagi mereka.

Ulinuha (2013)

Pengertian secara umum negosiasi adalah proses tawar menawar dengan cara berunding untuk mencapai kesepakatan kedua belah pihak.

2. Tujuan negosiasi

Setiap kegiatan negosiasi pasti ada tujuan yang ingin dicapai oleh pihak-pihak yang bernegosiasi. Adapun tujuan negosiasi adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mencapai suatu kesepakatan yang dianggap menguntungkan semua pihak.
  2. Untuk menyelesaikan suatu masalah dan menemukan solusi dari masalah yang tengah dihadapi pihak-pihak yang bernegosiasi.
  3. Untuk mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi dimana semuanya mendapatkan manfaat (win-win solution).

3. Manfaat negosiasi

Adapun beberapa manfaat negosiasi adalah sebagai berikut:

  1. Terciptanya suatu jalinan kerjasama antara satu pihak dengan pihak lainnya untuk mencapai tujuan masing-masing.
  2. Adanya saling pengertian antara masing-masing pihak yang bernegosiasi mengenai kesepakatan yang akan diambil dan dampaknya bagi semua pihak.
  3. Negosiasi bermanfaat bagi terciptanya suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang bernegosiasi.
  4. Menciptakan interaksi positif di antara pihak-pihak yang bernegosiasi sehingga dapat terjalin kerjasama sehingga dapat berpengaruh pada orang banyak yang lebih luas.

4. Aspek kemampuan negosiasi

Menurut Jackman (2005), ada 4 (empat) aspek kemampuan dalam negosiasi, yaitu :

1. Kemampuan memisahkan perasaan pribadi dengan masalah yang dihadapi.

Negosiator harus bisa bersikap profesional dan fokus pada permasalahan yang dibicarakan dan tidak pada orang yang terlibat didalamnya. Mereka harus dapat mengesampingkan perasaan pribadi yang bisa berpengaruh terhadap hasil negosiasi.

2. Kemampuan untuk fokus pada kepentingan bukan posisi

Pihak-pihak yang bernegosiasi memiliki posisi dan latar belakang yang berbeda. Ketika negosiator menganggap lawan mereka adalah orang yang harus dikalahkan merupakan sikap yang tidak bagus karena dapat menimbulkan kecurigaan sehingga mengalihkan tujuan utama dari negosiasi.

3. Kemampuan untuk mengumpulkan beberapa pilihan keputusan

Ketika negosiator mampu mengumpulkan beberapa pilihan maka hal ini dapat menghindarkan mereka tidak terjebak pada permasalahan atau solusi. Dengan beberapa pilihan keputusan ini maka dapat meningkatkan peluang kesepakatan dan memungkinkan untuk memuaskan semua pihak yang bernegosiasi. Dengan memiliki strategi negosiasi yang tepat dan efektif dapat membantu meningkatkan peluang kesepakatan bersama.

4. Kemampuan dalam memastikan bahwa hasil didasarkan pada kriteria obyektif.

Seseorang yang karismatik dan terlihat meyakinkan ketika proses negosiasi dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan terutama ketika seorang negosiator mengalami keraguan.

5. Jenis jenis negosiasi

Negosiasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:

1. Jenis negosiasi yang berdasarkan pada situasi

  • Negosiasi formal : Jenis negosiasi ini dapat terjadi dalam situsi formal dan didalam negosiasi ini terdapat perjanjian yang disahkan secara hukum.
  • Negosiasi Non formal atau Informal : Jenis negosiasi biasanya terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat terjadi kapan saja, dimana saja atau dengan siapa saja.

2. Jenis negosiasi berdasarkan jumlah negosiator

  • Negosiasi dengan pihak penengah : jenis negosiasi ini dilakukan oleh dua atau lebih negositor dan pihak penengah dimana pihak penengah memiliki tugas untuk memberikan keputusan akhir dalam proses negosiasi tersebut.
  • Negosiasi tanpa pihak penengah : Negosiasi ini hanyak dilakukan oleh pihak-pihak yang bernegosiasi tanpa adanya pihak penengah dan keputusan akhirnya tergantung pada pihak yang bernegosiasi.

3. Negosiasi berdasarkan untung rugi

  • Win-win (Kolaborasi) : Dalam jenis negosiasi kolaborasi, seluruh pihak akan berupaya untuk mendapatkan kesepakatan dengan mengkolaborasi kepentingan masing-masing pihak.
  • Win-lose (Dominasi) : Salah satu negosiator mendapatkan keuntungan yang besar dari kesepakatan sedangkan pihak lawan mendapatkan keuntungan yang sedikit.
  • Lose-win (Akomodasi): Negosiator akan memperoleh keuntungan yang sedikit bahkan kerugian sedangkan pihak lawan bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
  • Lose-Lose (Menghindari konflik) : Dalam jenis negosiasi ini, seluruh pihak yang bernegosiasi menghindari konflik yang terjadi sehingga kedua belah pihak tidak bersepakat untuk menyelesaikan konflik.

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *