Pengertian Penilaian Kinerja

Pengertian Penilaian Kinerja
Untuk meningkatkan efektivitas kinerja suatu organisasi, maka dibutuhkan terlebih dahulu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam hal ini para karyawan sebagai unsur penting dalam organisasi. Mereka menjadi pelaku utama dalam menjalankan kegiatan untuk mencapai visi dan misi organisasi.
Untuk itu diperlukan SDM yang memiliki keinginan untuk berprestasi tinggi. Prestasi kerja karyawan akan dinilai melalui sistem manajemen kinerja (performance management). Achmad S.Ruki (2002: 6) menyebutkan bahwa kegiatan manajemen kinerja adalah (1) Merumuskan tanggung jawab dan tugas yang harus dicapai, dan rumusan tersebut telah disepakati oleh atasan dari karyawan tersebut, (2) Menyepakati sasaran kerja dan hasil yang harus dicapai oleh karyawan, serta menetapkan standar prestasi dan tolak ukurnya, (3) Melakukan monitoring, (4) Menilai prestasi karyawan melalui penilaian kinerja, (5) Memberikan umpan balik mengenai hasil penilaian.
Dari lima kegiatan manajemen kinerja tersebut, dapat diketahui bahwa penilaian kinerja merupakan salah satu kegiatannya, dalam rangka memperoleh sumber daya manusia yang berprestasi tinggi.
Penilaian kinerja pada dasarnya telah dimiliki oleh suatu perusahaan yang dapat dilakukan secara formal maupun informal yang bertujuan untuk menilai kinerja karyawan mereka. Menurut Dessler (1977) penilaian kinerja dapat didefinisikan sebagai prosedur apa saja yang meliputi penetapan standar kinerja, penilaian kinerja aktual karyawan dalam hubungannya dengan standar-standar dan memberi umpan balik kepada karyawan dengan tujuan untuk memotivasi individu tersebut untuk menghilangkan kemerosotan kinerja atau terus berkinerja lebih tinggi lagi.
Menurut Cassio (2003), penilaian kinerja merupakan sebuah gambaran atau diskripsi sistematis tentang kekuatan dan kelemahan yang terkait dengan pekerjaan dari seseorang atau kelompok.
Menurut Bernadin dan Rusel (1993, dalam Achmad S. Ruki, 2006) penilaian kinerja merupakan cara mengukur kontribusi karyawan kepada organisasi tempat mereka bekerja. Hal serupa juga diungkapkan oleh Dale (1970, dalam Achmad S. Ruki, 2006) bahwa penilaian kinerja merupakan sebuah penilaian sistematis atas karyawan mengenai prestasinya dalam pekerjaan dan potensinya untuk dikembangkan.
Roger Belows (1961, dalam Achmad S. Ruky, 2006) mndefinisikan penilaian kinerja sebagai “A periodical on the value of an individual emmployee for his/ her organization conducted by his/ her performance”, artinya : suatu penelitian periodek atas nilai seorang individu karyawan bagi organisasinya, dilakukan oleh atasannya atau seseorang yang berada dalam posisi untuk mengamati/ menilai prestasi kerjanya.
Penilaian kinerja adalah suatu proses yang digunakan pimpinan untuk menentukan apakah seorang karyawan melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya (L.C Mengginson, A.P Mangkunegara, 2000:69). Dan penilaian kinerja merupakan tahapan evaluasi dalam sistem manajemen kinerja yang dilakukan secara berkala.
Penilaian kinerja ini dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Disamping itu dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pelatihan kerja secara tepat, memberikan tanggung jawab yang sesuai kepada karyawan, sehingga dapat melaksanakan pekerjaan yang lebih baik di masa mendatang.
Kemudian Achmad S. Ruki (2002:7), mengemukakan bahwa penilaian kinerja merupakan proses yang berkaitan dengan usaha serta kegiatan yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh pimpinan institusi atau perusahaan untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengendalikan prestasi karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *