PENGERTIAN ENTREPRENEURSHIP MENURUT AHLI

PENGERTIAN ENTREPRENEURSHIP MENURUT AHLI

Hakikat Entrepreneurship

 

Istilah entrepreneur berasal dari perkataan bahasa Perancis dan secara harfiah berarti perantara (Bahasa Inggris : between – taker atau go – between), (Winardi 2003, p2). Ada beberapa pengertian lagi menurut ahli – ahli yang lain diantaranya menurut Coulter yang di dalam bukunya mengartikan Entrepreneurship : the process where by an individual or a group of individual is organized efforts and means to pursue opportunities to create value a grow by fulfilling wants and needs trough innovation and uniqueness, no matter what resources are curently controlled (Coulter, 2001, p6).

Nickels didalam bukunya Understanding Business mengartikan entrepreneurship. Entrepreneurship : accepting the risk of starting and running business yang berarti menerima resiko dari memulai dan menjalankan bisnis (Nickels, 2002, p166).

Menurut Thomas W. Zimmerer kewirausahaan adalah “applying creatifity and innovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face everyday” seperti yang dikutip Suryana, M.Si yang berarti kewirausahaan adalah penerapan kreatifitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari (Suryana, 2001, p4).

Entrepreneur

Ada begitu banyak definisi mengenai Entrepreneur (wirausaha). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam buku The First Step To Be An Entrepreneur karangan Paulus Winarto (2002, p2), entrepreneur adalah orang yang pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Pendapat Raymond Kao dalam buku yang berjudul Defining Entrepreneurship yang dikutip dalam buku The First Step To Be An Entrepreneur karangan Paulus Winarto (2002, p2) menyatakan bahwa entrepreneur adalah orang yang menciptakan kemakmuran dan proses peningkatan nilai tambah melalui inkubasi gagasan, memadukan sumber daya, dan membuat gagasan menjadi kenyataan; dan entrepreneurship (kewirausahaan) adalah suatu proses melakukan sesuatu yang baru.

Pakar Manajemen Bisnis yang sedang naik daun, Rhenald Kasali dalam buku The First Step To Be An Entrepreneur karangan Paulus Winarto (2002, p3) memberikan definisi yang lebih tegas. Entrepreneur adalah seseorang yang menyukai perubahan, melakukan berbagai temuan yang membedakan dirinya dengan orang lain, menciptakan nilai tambah, memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain, karyanya dibangun berkelanjutan ( bukan sesaat ) dan dilembagakan agar kelak dapat bekerja dengan efektif di tangan orang lain.

Cantillon berpendapat dalam buku Kewirausahaan karangan Buchari Alma (2001, p19), bahwa wirausaha sebagai seseorang yang menanggung resiko yang berbeda dengan orang yang memberi modal.

Berdasarkan pendapat Zimmerer dan Norman M. Scarborough (2004, p3), wirausahawan adalah orang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidak pastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkann sumber daya yang diperlukan untuk mendirikannya.

Dari beberapa pengertian tentang wirausaha diatas maka dapat disimpulkan bahwa wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif, inovatif, dan berani mengambil resiko untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan.

 

Karakteristik Entrepreneur

Untuk memudahkan, barangkali akan lebih baik jika kita cukup mengingat lima ciri seorang entrepreneur unggulan yang dikemukakan oleh Paulus Winarto (2002, p3), yaitu :

1. Berani mengambil resiko

Artinya, berani memulai sesuatu yang serba tidak pasti dan penuh resiko. Dalam hal ini tentu tidak semua resiko diambil, melainkan hanya resiko yang telah diperhitungkan secara cermat (calculated risk).

2. Menyukai tantangan

Segala sesuatu dilihat sebagai tantangan, bukan masalah. Perubahan yang terus terjadi dan zaman yang serba edan menjadi motivasi kemajuan, bukan menciutkan nyali seorang entrepreneur unggulan.

3. Punya daya tahan yang tinggi

Seorang entrepreneur harus punya banyak akal (bukan akal-akalan) dan tidak mudah putus asa.

4. Punya visi jauh ke depan

Segala yang dilakukannya punya tujuan jangka panjang meski dimulai dengan langkah yang amat kecil. Ia punya target untuk jangka waktu tertentu. Usahanya bukan letup–letupan sesaat dan bukan pula karena latah (ikut–ikutan).

5. Selalu berusaha memberikan yang terbaik

Entrepreneur akan mengerahkan semua potensi yang dimilikinya. Jika hal itu dirasa kurang, ia akan merekrut orang–orang yang lebih berkompeten agar dapat memberikan yang terbaik kepada pelanggannya.

 

baca juga : Jual software-tes-mbti

 

Alasan menjadi Entrepreneur

Paulus Winarto dalam bukunya The First Step To Be An Entrepreneur (2002, p14) berpendapat bahwa ada beberapa alasan orang memilih menjadi entrepreneur, yaitu :

1. Ingin lebih kaya secara materi

Robert Kiyosaki, penulis The Cashflow Quadrant, mengatakan bahwa seorang entrepreneur sejati (business owner dan investor) akan memperoleh passive income tanpa harus berkeringat. Kelompok yang berada di sisi kanan kuadran akan menjadi majikan uang (dikejar uang, bukan mengejar uang).

Sebaliknya, seorang karyawan (employee) atau self employee (seperti dokter, pengacara, atau profesi lainnya yang dikerjakan seorang diri) harus bekerja keras untu mendapatkan uang.

2. Ingin lebih bebas

Dengan berwira usaha, seorang entrepreneur bisa lebih leluasa. Ia bebas dari jam kantor, sikap like dan dislike atasan, dan memiliki lebih banyak waktu luang. Bahkan jika perusahaannya telah memiliki sistem yang baik, ia tidak perlu berada di kantornya setiap hari.

3. Ingin mewujudkan impiannya

Dengan berwirausaha, seseorang dapat secara langsung mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya dengan lebih leluasa tanpa takut pada peraturan perusahaan, dan dengan berwirausaha ia juga dapat mengaktualisasikan ide–ide kreatifnya untuk mewujudkan impiannya.

4. Kepepet

Ada pepatah yang mengatakan ”orang yang kepepet cenderung menjadi kreatif”. Pepatah tersebut membuktikan cukup banyak orang yang memutuskan jadi entrepreneur karena dipecat sebagai kayawan atau gagal memperoleh pekerjaan karena nilai akademisnya rendah.

 

Faktor-faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha

Keberhasilan dan kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Berdasarkan pendapat Thomas W Zimmerer yang dikutip Suryana (2003, p44) :

a. Faktor-faktor keberhasilan

  1. Mempunyai ide atau visi bisnis yang jelas.
  2. Mempunyai kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang.
  3. Mempunyai semangat dan kerja keras dalam membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan dan menjalankannya.
  4. Mempunyai loyalitas dan tanggung jawab terhadap pihak-pihak yang berkait.

 

b. Faktor-faktor kegagalannya

  1. Tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha.
  2. Kurang berpengalaman dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM), mengoperasikan perusahaan, kemampuan mengkoordinasikan, dan lain-lain.
  3. Kurang dapat mengendalikan keuangan, yakni tidak dapat mengatur pengeluaran dan pemasukan secara cermat.
  4. Perencanaan merupakan titik awal dari suatui kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
  5. Lokasi yang kurang memadai atau kurang strategis menyebabkan perusahaan sukar untuk beroperasi.
  6. Kurangnya pengawasan peralatan yang dapatmengakibatkan alat tidak efisien dan tidak efektif.
  7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi gagal.
  8. Ketidakmampuan dalan melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan yang disebabkan oleh ketidakberanian untuk mengadakan perubahan dan tidak mampu membuat peralihan setiap waktu.

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *