konseling

KONSELING KARYAWAN

Langkah-langkah Konseling Karyawan

Urutan dan langkah-langkah dalam konseling karyawan antara lain meliputi :

1. Pembukaan
a. Sambut karyawan dengan hangat dan rileks – buat suasana senyaman mungkin –ciptakan good raport. Gunakan bahasa tubuh dan kontak mata secara proporsional.
b. Jika anda yang memanggil, jelaskan alasan dan tujuan pemanggilan. Jika inisiatif datang dari konseli, minta untuk menjelaskan tujuan kedatangannya.
c. Hindari kata-kata yang bersifat penilaian atau menghakimi, seperti : seharusnya, semestinya.

2. Good Raport
a. Is a comfortable, warm atmosphere, a close mental between counselor and counselee.
b. Tips membentuk good rapport :
(1) Bersikap antusias, tapi tidak berlebihan, jabat tangan perkenalkan diri anda dan posisi anda—ice breaking.
(2) Jelaskan tujuan konseling (jika ybs dipanggil) atau minta penjelasan tentang tujuan kedatangan ybs.
(3) Informasikan lama waktu pertemuan.
(4) Jadilah diri anda, tapi cobalah beberapa tekhnik berakting
(5) Berbicara dalam level kosakata konseli
(6) Janganlah menulis pada saat konseli mengungkapkan hal-hal negative tentang dirinya.
(7) Gunakan intonasi vocal—jangan monoton.
(8) Berbicaralah 10 %, mendengarkan 90%—active listening
(9) Perlihatkan dukungan dan penghargaan atas keterbukaan dan kejujuran konseli
(10) Perlihatkan dukungan dan penghargaan atas keterbukaan dan kejujuran konseli.
(11) Perlakukan konseli dengan respek

3. Identifikasi Masalah
a. Merupakan tahapan paling penting dan krusial—sebuah starting point yang menentukan efektivitas tahapan selanjutnya.
b. Fungsi utama konselor adalah mendengarkan ( an active listener), fokuskan perhatian pada apa yang dibicarakan konseli, gunakan minimal respon.
c. Konselor perlu membekali diri dengan wawasan mengenai ruang lingkup organisasi/perusahaan tempat konseli bekerja serta bidang tugas yang menjadi tanggungjawab ybs.
d. Do and don’t to be an active listener :
(1) Encourage the speaker to talk
(2) Ask questions—its shows interest
(3) Don’t interrupt
(4) Show understanding and respect
(5) Pay attention—concentrate
(6) Avoid distractions
(7) Show emphaty
(8) Be open minded
(9) Concentrate on the message
(10) Recognize the non verbal communication
(11) Listen to feelings—not just words.
e. Gunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka untuk mengetahui dan mengeksplorasi perasaan dan pikiran konseli.
f. Gunakan micro skills secara proporsional dan kontekstual.
g. Simpulkan dan catat isi maupun perasaanyang terkandung dalam uraian konseli.
h. Simpulkan hal-hal penting untuk penjelasan dan pemahaman masalah yang tepat dan benar.
i. Bila masalah bersumber dari kekurangkompetenan/kekurangterampilan yns dalam bekerja (bersifat teknikal)—COACHING—–STOP.
j. Bila masalah bersumber dari aspek sosioemosional—-COUNSELING—LANJUTKAN ke tahap berikutnya.
k. Asking questions. Bahayanya terlalu banyak bertanya :
(1) Sesi konseling menjadi seperti interograsi.
(2) Konselor akan kehilangan real issue konseli, karena terlalu dikendalikan oleh pertanyaan.
(3) Menghentikan eksplorasi konseli terhadap dunianya.
l. Pertanyaan terbuka :
(1) Berbagi informasi baru.
(2) Mendorong konseli untuk bicara bebas dan terbuka.
(3) Bisa memilah informasi yang penting.

4. Mengembangkan alternatif pemecahan masalah
a. Dorong konseli untuk mencari alternative pemecahan masala.
b. Dalami perasaan konseli dan akibat-akibat yang mungkin timbul dari alternative-alternatif yang tersedia.
c. Jangan mengutarakan pandangan-pandangan anda jika tidak diperlukan-tapi berikan informasi mengenai kebijakan-kebijakan perusahaan yang dapat membantu konseli mengambil keputusan.
d. Mengeksplorasi opsi :
(1) Tanya pendapat konseli sebelum konselor menyarankan…..suatu solusi.
(2) Rangkum semua opsi (alternative solusi) secara jelas sebelum didiskusikan satu persatu.
(3) Jajaki berbagai konsekuensi (+/-) dari setiap opsi.
(4) Mungkin ada kerugian atau kehilangan dan kepedihan yang terkait dengan pilihan yang diambil, penerimaan akan hal ini merupakan bagian terberat dari membuat pilihan.
(5) Ingat, keputusan pilihan tidak selalu antara hitam dan putih, tapi in between—between shades of grey
e. Memfasilitasi tindakan :
(1) Dorong konseli untuk memilih atau bertindak.
(2) Maksimalkan pilihan atau tindakan konseli agar kesadarannya terbangkitkan.
(3) Dilemma utama yang berkaitan dengan pilihan : ‘to do as now’ atau ‘to do something different’—‘doing as now’ involves known pain, ‘doing something different involves unknown pain and outcomes—its risky.
(4) Untuk beberapa konseli action plan diperlukan / dapat membantu.

5. Termination
a. Jelaskan bahwa waktu konseling terbatas
b. Ingatkan bahwa waktu sebentar lagi akan berakhir
c. Atur waktu untuk pertemuan berikutnya.
d. Akhiri pertemuan dengan merangkum, membuat garis besar tujuan-tujuan yang akan dating, dan berikan positif feedback jika perlu.

HAL-HAL YANG PERLU DI CATAT PADA SETIAP SESI / PERTEMUAN
1. Tanggal dan waktu pertemuan
2. Informasi actual yang disampaikan konseli
3. Rincian dari masalah konseli, isu atau dilemma
4. Proses yang terjadi selama pertemuan berlangsung
5. Intervensi yang telah dilakukan konselor.
6. Kontrak antara konseli dan konselor.
7. Perasaan-perasaan konselor terhadap konseli selama proses konseling berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *