INFORMASI DIBALIK TES PSIKOLOGI

INFORMASI DIBALIK TES PSIKOLOGI

Mengapa perusahaan perlu mengetahui informasi dibalik tes psikologi atau tes psikometri

Adakalanya perusahaan yang ingin melakukan seleksi terhadap pegawai menggunakan tes psikologis untuk menilai keadaan psikologis calon pegawainya. Namun apakah perusahaan tahu jenis alat tes yang digunakan dan apa kegunaan setiap alat tes bagi calon yang dites? belum tentu.

Banyak perusahaan menyerahkan proses asessment  tanpa mencari tahu lebih banyak, padahal mengetahui alat tes yang digunakan merupakan kunci penting untuk mengetahui kesesuaian antara potensi, kemampuan, dan kepribadian calon dengan kebutuhan perusahaan, termasuk kesesuaiannya dengan jabatan/posisi yang akan diemban calon pegawai.

Di Indonesia, psikotes merupakan istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan proses pemeriksaan psikologis calon pegawai. Setiap kita mendengar kata psikotes yang terbayang adalah tes mencari persamaan kata, menjumlahkan angka, mencari gambar yang sesuai, menyesuaikan dadu, menggambar orang, dsb. Ini merupakan tipikal psikotes di Indonesia. Sebagaian besar  mengukur kemampuan/kecerdasan nalar dan kepribadian, padahal tes psikologis bukan hanya psikotes, tetapi juga termasuk tes potensi, tes bakat, tes aptitude, tes kompetensi, tes kemampuan analitikal dll yang bahkan seringkali lebih dibutuhkan untuk meng-assess calon pegawai level manajer dibanding psikotes yang selama ini digunakan.

Saat ini istilah psikotes, menurut penulis, sudah tidak tepat lagi. Dengan berbagai ragam alat tes yang ada, penamaan psikotes menjadi kurang mencukupi sehingga kata yang tepat untuk pemeriksaan psikologis adalah tes psikometri, istilah ini juga merupakan istilah yang umum dipakai di negara-negara maju untuk melakukan asesmen psikologis yang menggunakan media alat tes.

Sudah saatnya perusahaan memiliki pemahaman yang mendalam mengenai berbagai alat tes psikologis yang ada. Terutama bila ingin merekrut level manajer, yang notabene tidak lagi membutuhkan tes kecerdasan/kemampuan yang seringkali disebut psikotes. Di level manajer informasi yang dibutuhkan perusahaan lebih pada informasi mengenai kemampuan/kompetensi calon manager tersebut dan bagaimana potensinya untuk berkembang di masa datang.

Jika perusahaan memang masih membutuhkan tes kecerdasan/kemampuan terhadap kandidat di level manajer, maka yang digunakan bukan lagi tes-tes yang juga digunakan untuk merekrut fresh graduate, melainkan tes yang memiliki level kesukaran yang lebih tinggi dan soal yang lebih bervariatif.

 

Tips mengikuti psikotes

Mengikuti psikotes tidaklah sulit jika Anda melakukannya dengan tenang dan seksama. Tidak perlu khawatir, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pelajari sebelum mengikuti tes psikotes:

1. Mulailah membaca soal tes dengan seksama
Setelah soal tes dibagikan, sempatkanlah beberapa menit untuk membaca cepat jenis-jenis soal, dan melihat berapa jumlah soal yang diberikan.Hal ini dapat memudahkan Anda untuk mengatur strategi kecepatan menjawab setiap soalnya.
2. Tenangkan diri Anda
Sebagian besar tes memiliki persyaratan waktu. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menjawab pertanyaan secepat mungkin untuk menyelesaikan ujian sepenuhnya.
3. Pastikan tidak ada yang terlewat
Mulailah dengan pertanyaan paling mudah terlebih dahulu sebelum kembali menyelesaikan pertanyaan yang sulit di akhir tes.Meskipun strategi ini mungkin berhasil untuk beberapa partisipan, tak jarang hal ini juga membuat Anda cenderung lupa untuk menjawab pertanyaan yang telah dilewati.Pastikan Anda menandai dengan jelas pertanyaan yang belum dijawab agar tidak terlewatkan.
4. Eliminasi jawaban
Soal pilihan ganda sering kali dianggap menjadi hal yang mudah, padahal jika Anda tidak mengetahui materinya, Anda bisa saja kebingungan.Ketika menemukan pertanyaan yang tidak Anda ketahui jawabannya, mulailah mengeliminasi setiap pilihan yang memungkinkan dengan hati-hati.
5. Bacalah pertanyaan dengan hati-hati
Hal ini mungkin terdengar seperti nasihat yang sudah biasa. Namun, membaca setiap pertanyaan dengan hati-hati adalah salah satu strategi mengikuti tes yang paling penting pada psikotes jenis apa pun.Ketika Anda mulai membaca pertanyaan, Anda mungkin terlalu cepat menyimpulkan jawaban sebelum selesai membaca pertanyaan hingga akhir.Dampaknya, jawaban Anda yang seharusnya bisa diisi dengan sempurna menjadi salah karena informasi yang tidak lengkap.

Hasil tes psikologi bukan ‘gagal’ atau ‘berhasil’
Banyak contoh materi tes psikologi yang beredar di berbagai laman daring, Anda pun mungkin tergoda untuk berlatih demi mengetahui jawaban yang benar atas soal-soal psikotes (tes psikologi). Namun, hasil dari tes psikologi (psikotes) bukanlah dinyatakan sebagai ‘gagal’ atau ‘berhasil’.Bagi para psikolog, psikiater, atau penguji tes psikologi, jawaban-jawaban Anda dalam tes psikologi hanya dipakai sebagai informasi untuk mengambil keputusan.Anda mungkin gagal mendapatkan pekerjaan karena jawaban Anda terlihat tidak konsisten sehingga tidak memenuhi kriteria yang diinginkan perusahaan.Tes psikologis kejiwaan bukanlah sesuatu yang harus Anda takuti, bahkan Anda tidak perlu belajar untuk menaklukkannya. Justru, jadikan tes tersebut sebagai wadah untuk mengeksplorasi diri agar para psikolog dapat mengetahui karakter dan potensi Anda sebenarnya.

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *