FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PROSES REKRUTMEN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DALAM PROSES REKRUTMEN

1. Kondisi ekonomi negara secara umum.
Jika kondisi ekonomi relatif sulit, maka biasanya akan terjadi over supply atau calon pekerja jauh lebih besar dibanding jumlah permintaan tenaga kerja. Jika hal ini terjadi, maka perusahaan relatif lebih mudah untuk mencari karyawan baru, sebab para pelamar kerja melimpah.

Di Indonesia, saat ini tingkat penggangguran berkisar pada angka 10 %, atau terjadi oversupply pasar tenaga kerja. Angka pengangguran normal mestinya berkisar pada angka 4 – 5 % saja.

2. Ketersediaan tenaga kerja pada bidang yang dicari.
Jika bidang yang dicari merupakan bidang yang tergolong langka, maka perusahaan akan lebih sulit dalam memenuhi kebutuhan karyawannya. Misal, bidang teknologi komputer, atau bidang cellular engineering.

3. Reputasi perusahaan.
Suatu perusahaan cenderung akan lebih mudah mencari dan merekrut the best people, jika perusahaan itu memiliki reputasi bagus, sehingga best graduates akan berlomba-lomba bekerja didalamnya. Contoh : Google, Astra atau Microsoft.

Jika akan dilakukan perekrutan dari luar, biasanya digunakan kurve rekrutmen, atau berapa jumlah orang yang harus melamar untuk bisa mengisi sejumlah posisi tertentu.

Contoh Kurva Rekrutmen:
• 1600 – Calon pelamar mengirim surat lamaran
• 200 – Kandidat dipanggil untuk seleksi
• 100 – Kandidat dipanggil untuk seleksi tahap 2
• 20 – Pelamar yang diterima bekerja

Sumber untuk melakukan proses rekrutmen:

1. Advertising (surat kabar, majalah, radio, internet)

Melakukan pemasangan iklan di koran untuk mengumumkan rekrutmen baru. Misal : harian Kompas hari Minggu selalu penuh dengan iklan lowongan pekerjaan. Sebuah perusahaan yang serius mengelola dan mengivestasikan dana pengembangan SDM, biasanya akan memasang iklan lowongan besar – minimal separuh halaman atau bahkan satu halaman penuh. Hal ini juga untuk menunjukkan reputasi mereka yang benar-benar ingin merekrut calon pekerja yang bermutu handal.

2. Melakukan rekrutmen di kampus-kampus

Beberapa perusahaan di Indonesia seperti Unilever dan Astra kerap melakukan kunjungan langsung ke kampus-kampus seperti UI, ITB dan Unair untuk melakukan rekrutmen langsung di kampus.

3. Melalui Agen Rekutmen

Cara ini biasanya dilakukan untuk merekrut karyawan pada posisi manajer keatas. Agen sering juga disebut sebagai “headhunter”. Fee yang mesti dibayar biasanya adalah 15 % dari total gaji setahun manajer yang direktur. Jika misal gaji setahun manajer adalah Rp 100 juta, maka fee = Rp 15 juta.

4. Sumber Internal
Sumber internal adalah karyawan yang akan mengisi lowongan kerja diambil dari dalam perusahaan tersebut, yakni dengan cara memutasikan atau pemindahan karyawan yang memenuhi spesifikasi pekerjaan jabatan itu. Pemindahan karyawan itu baik yang bersifat vertikal (promosi ataupun demosi) maupun bersifat horizontal. Jika masih ada karyawan yang memenuhi spesifikasi pekerjaan, sebaiknya pengisian jabatan tersebut diambil dari dalam perusahaan, khususnya untuk jabatan manajerial. Hal ini sangat penting untuk memberikan kesempatan promosi bagi karyawan yang ada.

Adapun kebaikan dan kelemahan sumber internal adalah sebagai berikut:
a. Kebaikan-kebaikan sumber internal
b. Meningkatkan moral kerja & kedisiplinan karyawan, karena ada kesempatan promosi.
c. Perilaku dan loyalitas karyawan semakin besar terhadap perusahaan.
d. Biaya perekrutan relatif kecil, karena tidak perlu memasang iklan.
e. Waktu perekrutan relatif singkat.
f. Orientasi dan induksi tidak diperlukan lagi.
g. Kestabilan karyawan semakin baik.
h. Kelemahan-kelemahan sumber internal
i. Kewibawaan karyawan yang dipromosikan itu kurang.
j. Kurang membuka kesempatan sistem kerja baru dalam perusahaan.

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *