Contoh Surat Pengunduran Diri Yang Baik dan Benar

CONTOH PENULISAN SURAT PENGUNDURAN DIRI (RESIGN)

Surat Pengunduran Diri

 

Surat pengunduran diri adalah surat pernyataan yang dibuat pekerja untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Surat ini biasanya ditujukan pada atasan pekerja di perusahaan. Mengundurkan diri adalah sesuatu yang wajar dilakukan oleh siapapun yang berada dalam sebuah tanggung jawab perusahaan, organisasi atau instansi lainnya. Karena setiap orang bebas menentukan jalan hidupnya masing-masing dan bertanggung jawab atas sesuatu yang menjadi pilihannya.

Beberapa alasan pekerja atau karyawan mengajukan resign atau pengunduran diri dari perusahaan :

  1. Mendapatkan Pekerjaan Baru

Mendapatkan pekerjaan baru berarti status finansial dan kepegawaianmu sudah terjamin. Itu adalah hal yang masuk akal bagi kamu untuk semakin yakin keluar dari tempat kerja sekarang. Namun sebelum mengajukan resign, pastikan bahwa pekerjaan baru ini memang benar-benar pasti dan kamu sudah membuat kesepakatan dengan tawaran pekerjaan tersebut.

  1. Mendapatkan Pekerjaan Tetap

Ini berlaku untuk kamu yang kini bekerja sebagai pekerja magang atau paruh waktu. Jika tidak terikat kontrak, mendapatkan pekerjaan baru yang sifatnya tetap bisa menjadi alasan yang diterima untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang.

  1. Pindah Domisili

Perubahan domisili membuatmu mau tidak mau harus merelakan pekerjaan yang ada di kota sekarang. Perusahaan pun juga tidak bisa memaksamu untuk tetap bertahan di sana. Namun, jika ini merupakan alasanmu, sebaiknya diskusikan kembali dengan atasan apakah memungkinkan jika kamu dapat melakukan proses kerja jarak jauh hingga mendapat pekerjaan yang lebih sesuai.

  1. Alasan kesehatan

Sakit adalah alasan untuk keluar dari perusahaan tanpa takut dengan predikat “karyawan dengan kinerja buruk”, karena kondisi ini memang tak bisa dipaksakan untuk terus bekerja. Entah itu sakit yang dirasakan oleh kamu sendiri atau ada keluarga dekat yang sakit, sehingga kamu gak bisa bekerja karena harus merawatnya. Alasan kesehatan juga kerap dimaklumi sebagai alasan untuk mengundurkan diri secara mendadak. Namun sebelum mengundurkan diri karena sakit, setidaknya tanyakan kejelasan asuransi dari perusahaan jika ada demi meringankan beban dalam membayar biaya perawatan.

  1. Perubahan Jalur Karir

Setiap orang menginginkan perkembangan dalam hidupnya, begitu pun dalam urusan karir. Jika sudah lama berkecimpung di sebuah pekerjaan mungkin ada saatnya kamu ingin keluar dan memulai suatu hal yang baru. Salah satunya ingin berubah dari karyawan perusahaan menjadi wirausahawan yang memulai usahanya sendiri. Ini merupakan perubahan yang masuk akal untuk dilakukan.

  1. Melanjutkan Pendidikan

Melanjutkan pendidikan merupakan impian banyak orang demi memperkaya diri dan mendapat kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Kesibukan di dunia perkuliahan akan membuat rutinitasmu berganti yang dikhawatirkan akan memengaruhi performa kerja dan nilai akademismu.

  1. Lingkungan Kerja yang Negatif

Rekan kerja yang tidak suportif, atasan yang temperamen, serta beban kerja yang berlebihan mungkin menjadi sederet hal yang bisa membuat pekerjaan kamu makin sulit. Bahkan, hal-hal itu dapat membuat lingkungan kerja menjadi tidak sehat. Jika kamu sudah mencoba berbagai cara untuk tetap bersikap positif tapi tak ada perubahan apapun, mungkin ini bisa menjadi alasan untuk mundur dari perusahaan.

  1. Jam Kerja yang Tidak Cocok

Kamu punya kehidupan di luar dunia kerja yang idealnya harus seimbang antara kehidupan pribadimu. Misalnya saja kamu akan atau sudah menjadi seorang ibu dan harus lebih memerhatikan keluarga. Ketidaksesuaian jam kerja di perusahaan yang sekarang dapat menjadi alasan yang masuk akal.

  1. Tanggung Jawab yang Tidak Sesuai dengan Deskripsi Pekerjaan yang Diberikan

Kamu datang ke perusahaan dengan membawa keahlian, latar belakang pendidikan, atau setidaknya bayangan untuk berkarir di bidang yang kamu kuasai. Jika kamu mendapatkan deskripsi pekerjaan yang tidak sesuai dan itu membuatmu makin tidak nyaman setiap hari, mungkin ada baiknya untuk memikirkan momen yang tepat untuk mengundurkan diri. Karena jika dipaksakan pun, kondisi ini mungkin dapat membuat performa tidak maksimal dan produktivitas perusahaan jadi tidak optimal.

 

Jika kamu sekarang sudah siap untuk mengundurkan diri dari pekerjaan kamu, yuk langsung saja simak bagaimana cara membuat surat pengunduran diri. Apa saja yang harus diperhatikan dalam penulisan surat pengunduran kerja.

Format penulisan surat pengunduran diri, layaknya seperti surat resmi yang biasanya kamu buat, harus memuat pada bagian-bagian surat seperti:

1. Tanggal dan tempat pembuatan surat

2. Nama dan alamat yang dituju

Sebut nama atasan yang dituju dengan awalan “Kepada Yth. (Yang Terhormat)” atau “Yth.” saja tidak apa-apa.

3. Isi surat dengan bahasa yang baik, sebutkan alasan mengundurkan diri

Jelaskan alasan pengunduran diri dengan sopan, jelas, dan singkat. Misalnya karena sakit, pindah rumah, dan sebagainya. Jika alasan tersebut menyangkut orang lain dalam perusahaan, sebaiknya tidak disebutkan.

4. Tanda tangan (bila perlu) materai

5. Boleh diketik, tapi lebih sopan apabila ditulis tangan.

Konsep cara membuat surat pengunduran diri sebenarnya tak jauh beda dengan konsep dari contoh surat lamaran kerja. Yang mana inti dan maksud dari kedua surat tersebut adalah sama-sama mengajukan permohonan. Yang satu mengajukan permohonan agar diterima kerja dan yang satu mengajukan permohonan agar diijinkan berhenti dari keanggotaan.

 

Dalam fungsinya, surat pengunduran diri digunakan sebagai pengunduran diri dari kerja, pengunduran diri dari keanggotaan organisasi, jabatan, mahasiswa atau lainnya. Berikut adalah cara membuat surat pengunduran diri yang baik dan benar:

  1. Gunakan Bolpoint Tinta Warna Hitam atau Biru

Jika dalam membuatnya kamu menggunakan cara manual atau tulisan tangan, maka gunakanlah bolpoint dengan tinta warna hitam atau biru. Hindari ppenggunaan tinta selain kedua warna tersebut. Sebab, tinta warna hitam atau biru memberikan kesan resmi dan formal, sebaliknya dengan tinta selain kedua warna tersebut.

  1. Menyampaikan Maksud Tanpa Bertele-tele

Setelah mengucapkan salam pembuka dan penghormatan, sampaikan maksud dari inti surat tersebut adalah permohonan untuk mengundurkan diri. Sampaikan dengan bahasa yang sederhana, simpel, sopan dan santun serta tidak menyinggung pihak manapun. Sampaikan juga alasan yang mendasari kamu mengundurkan diri.

  1. Menggunakan Bahasa yang Santun dan Sopan

Gunakanlah bahasa yang baik, sopan dan santun. Bahasa yang baik adalah bahasa yang mudah dipahami dan mudah dimengerti oleh siapun yang membacanya. Hindari juga penggunaan bahasa gaul atau bahasa sehari-hari.

  1. Menggunakan Bahasa Resmi dan Sesuai EYD

Selain sopan dan santun, bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi dan sesuai EYD. Penggunaan bahasa resmi adalah wajib dalam pembuatan surat formal seperti surat lamaran, surat permohonan atau surat pengunduran diri. Penulisan juga harus sesuai EYD, bukan sembarang ejaan yang ngawur dan asal bisa dibaca.

  1. Penyelesaian Tanggung Jawab

Setelah terkirimnya surat pengunduran diri, bukan berarti kamu lepas dan bebas dari semua beban pekerjaan dan tanggung yang kamu emban. Kamu masih berkewajiban menyelesaikan tugas terakhirmu sampai waktu yang telah ditentukan, atau sampai selesainya tugas terakhir yang ada dalam tanggung jawabmu.

  1. Menyampaikan Ucapan Terimakasih

Sampaikan ucapan terimakasih karena telah diberikan kesempatan bisa bergabung dengan perusahaan, organisasi atau instansi. Sampaikan juga ucapan terimakasih atas pengalaman berharharga yang diperoleh selama bergabung dengan perusahaan atau organisasi. Dengan menyampaikan ucapan terimakasih menunjukkan bahwa kita bersikap soan dan mengakui jasa mereka.

 

Manfaat dan Tujuan Surat Pengunduran Diri

  1. Terlihat lebih terhormat dan profesional

Setiap perusahaan, instansi, ataupun lembaga tertentu pastilah memiliki aturan dan kebijakan masing-masing. Setiap kebijakan yang dibuat oleh perusahaan tersebut wajib dipatuhi oleh semua karyawan dan anggotanya. Oleh karena itu, kamu sebagai karyawan di perusahaan tersebut tidak bisa seenak jidat keluar dari perusahaan yang bersangkutan tanpa memberikan sepatah kata.

Nah, kamu yang ingin keluar dari perusahaan dan membuat surat pengunduran diri tentu orang yang taat pada aturan perusahaan. Dengan memberikan surat pengunduran diri, kamu akan dipandang oleh perusahaan atau rekan kerjamu sebagai seseorang yang lebih bertanggung jawab dan terhormat. Di samping itu, kamu juga dinilai memiliki tata karma yang baik, hal  ini tentunya akan membantu kamu untuk membersihkan namamu di perusahaan lama dari prasangka yang tidak-tidak, juga kekecewaan dari pihak perusahaan akibat kamu mengundurkan diri.

  1. Perusahaan Memiliki Waktu untuk Mencari Pengganti Posisimu

Jika kamu mengirimkan surat pengunduran diri kerja, maka perusahaan memiliki waktu untuk mencari pengganti posisimu. Setiap jabatan atau posisi di perusahaan pasti memiliki tugas dan fungsinya masing-masing, jika kamu meninggalkan perusahaan, maka kemungkinan kinerja perusahaan akan terhambat. Karena itu, surat pengunduran diri menjadi penting agar perusahaan bisa dengan cepat menemukan orang yang akan menggantikan posisimu. Apalagi saat ini, bukanlah hal yang mudah untuk mencari posisi-posisi tertentu, terlebih jika posisi kamu di perusahaan cukup penting.

Di samping memudahkan perusahaan, kamu juga akan lebih dihormati karena dengan begitu perusahaan akan selamat dari terbengkalainya tugas tertentu. Maka, manfaat kedua ini adalah untuk memberikan waktu kepada pihak perusahaan untuk mencari penggantimu. Setelah mengetahui beberapa manfaat dari pengunduran diri, kamu tentu akan bertanya-tanya mengenai bagaimana cara untuk membuat surat pengunduran diri yang resmi dan benar.

Berikut ini akan kami sajikan beberapa contoh surat pengunduran diri kerja yang bisa dijadikan sebagai acuan atau rujukan kamu.

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *