BAGAIMANA CARA BERLATIH SOAL NUMERIK ?

CARA BERLATIH SOAL NUMERIK

Bagaimana Cara Berlatih Soal Numerik ?

Tes kemampuan numerik merupakan tes yang ditujukan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam berhitung dengan benar dalam waktu yang terbatas. Ruang lingkup tes numerik meliputi perhitungan, estimasi, interpretasi data, dan logika matematika, serta barisan dan deret.
 
Perhitungan 
Soal-soal perhitungan yang umum diujikan dalam psikotes, tes potensi akademik, dan tes bakat skolastik adalah aritmatika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian. Perhitungan lain seperti pecahan, persentase, perbandingan, proporsi, rata-rata, jarak, waktu, dan kecepatan juga sering muncul dalam setiap tes.
 
  1. Berlatih tanpa batas waktu dan dalam keadaan santai. Tujuannya adalah untuk memahami pertanyaan, mencari cara pemecahan, serta meningkatkan kecepatan dan ketepatan serta kepercayaan diri dalam menjawab soal.
  2. Berlatih dalam waktu yang sangat terbatas seperti test tes yang sesungguhnya. Tujuannya untuk membiasakan diri dengan situasi yang sesungguhnya. Latihan ini menghindari Anda dari kesalahan karena tekanan situasi. Sebaiknya melakukan tiga kali tes uji coba.
  3. Biasakan diri untuk melatih menjawab satu soal dalam waktu 45 detik.
  4. Pastikan latihan soal test tes yang Anda gunakan tidak ketinggalan zaman.
  5. Jadwal latihan sebaiknya meliputi hal-hal berikut ini; mempelajari gambaran test tes, mencari soal-soal sejenis, berlatih soal sesuai kemampuan Anda, membiasakan diri menghadapi tes uji coba dengan waktu yang terbatas, dan mengulangi uji coba pada bagian yang Anda sering melakukan kesalahan.

 

1. Bilangan

Bilangan Romawi
I = 1 (satu) V = 5 (lima) X = 10 (sepuluh) L = 50 (lima puluh) C = 100 (seratus) D = 500 (lima ratus) M = 1.000 (seribu)

Contoh:
XXI = 21
CDV = 405
XI = 11 C = 100 (seratus)
D = 500 (lima ratus)
M = 1.000 (seribu)

 

MMIII = 2.003
CL = 150
MCMXCIX = 1.999

Penjumlahan bilangan bulat
Berikut ini ketentuan operasi penjumlahan bilangan bulat.
Jika suatu bilangan dijumlahkan dengan lawan bilangannya, maka hasilnya adalah nol:
[a + (-a) = 0].
Contoh ⇒ 19 + (-19) = 0, ⇒⇒⇒ -19 lawan dari 1

Jika suatu bilangan di depannya terdapat tanda negatif lebih besar dari bilangan positifnya, hasilnya adalah bilangan negatif.
Contoh ⇒ 8 + (-12) = 8 – 12 = – 4, ⇒⇒⇒ 12 lebih besar dari

Jika suatu bilangan di depannya terdapat tanda negatif lebih kecil dari bilangan positifnya, hasilnya adalah bilangan positif.
Contoh ⇒ (-4) + 14 = 10, ⇒⇒⇒ 4 lebih kecil dari 14

 

Pengurangan bilangan bulat
Berikut ini ketentuan operasi pengurangan pada bilangan bulat.

Jika suatu bilangan positif dikurangi dengan lawannya, maka hasilnya dua kali bilangan itu sendiri: [a – (-a) = 2 x a].
Contoh ⇒ 11 – (-11) = 11 + 11 = 22, ⇒⇒⇒ -11 lawan dari 11
Jika suatu bilangan negatif dikurangi bilangan positif, hasilnya bilangan negatif.
Contoh ⇒ -14 – 6 = -20, ⇒⇒⇒ (sama artinya -14 ditambah -6)
Jika suatu bilangan negatif dikurangi bilangan negatif, ada 3 kemungkinan seperti berikut ini.
Berupa bilangan positif jika bilangan di belakang tanda negatif lebih besar.
Contoh ⇒ -4 – (-9) –4 + 9 = 5, ⇒⇒⇒ 9 lebih besar dari 4
Berupa bilangan negatif jika bilangan di belakang tanda negatif lebih kecil.
Contoh ⇒ -8 – (-3) = -8 + 3 – -5, ⇒⇒⇒ 3 lebih kecil dari 8
Berupa bilangan nol jika bilangan negatifnya sama.
Contoh ⇒ -15 – (-15) = -15 + 15 = 0, ⇒⇒⇒ -15 sama dengan -15
Jika semua bilangan bulat dikurangi dengan nol, hasilnya adalah bilangan bulat itu sendiri.
Contoh ⇒ 4 – 0 = 4

 

Perkalian bilangan bulat
Berikut ini ketentuan operasi perkalian pada bilangan bulat.
Jika bilangan positif dikalikan bilangan negatif, hasilnya bilangan negatif.
Contoh ⇒ 6 x (-3) = -15
Jika bilangan positif dikalikan bilangan positif, hasilnya bilangan positif.
Contoh ⇒ 13 x 5 = 65
Jika bilangan negatif dikalikan bilangan negatif, hasilnya bilangan positif.
Contoh ⇒ (-3) x (-7) = 21
Jika bilangan bulat dikalikan dengan nol, hasilnya nol.
Contoh ⇒ (-8) x 0 = 0

Pembagian bilangan bulat
Berikut ini ketentuan operasi pembagian pada bilangan bulat.
1. Jika tanda kedua bilangan bulat itu sama
Positif dibagi positif hasilnya positif : [ + : + = + ].
Contoh ⇒ 6 : 6 = 1
Negatif dibagi negatif, hasilnya positif : [- : – = + ].
Contoh ⇒ (-21) : (-3) = 7
2. Jika tanda kedua bilangan itu berbeda
Positif dibagi negatif, hasilnya negatif: [+ : – = –].
Contoh ⇒ 25 : (-5) = –5
Negatif dibagi positif, hasilnya negatif: [ – : + = – ].
Contoh ⇒ (-27) : 9 = -3

Operasi hitung campuran bilangan bulat
Operasi pembagian dan perkalian adalah sama kuat. Oleh karena itu, agar lebih praktis, maka pengerjaan operasi yang ditulis terlebih dahulu harus dikerjakan lebih awal.
Contoh ⇒ 3 x 4 : 2 = 6
Caranya ⇒ (3 x 4) : 2 = 6 = 12 : 2
Operasi penjumlahan dan pengurangan sama kuat. Oleh karena itu, pengerjaan operasi yang ditulis terlebih dahulu harus dikerjakan lebih awal.
Contoh ⇒ 50 + 25 – 30 = 45
Caranya ⇒ (50 + 25) – 30 = 75 – 30 = 45
Apabila dalam suatu soal terdapat tanda kurung, maka pengerjaan operasi dalam kurung terlebih dahulu harus dikerjakan.
Contoh ⇒ 30 : (2 + 4) + 13 = 18
Caranya ⇒ 30 : (6) + 13 = (30 : 6) + 13 = 5 + 13 = 18
Operasi perkalian dan pembagian lebih kuat daripada penjumlahan dan pengurangan, maka harus dikerjakan terlebih dahulu.
Contoh ⇒ 125 + 400 : 8 – 5 x 30 = 25
Caranya ⇒ 125 + (400 : 8) – (5 x 30) = 125 + 50 – 150 = 175 – 150 = 25

 

2. Pecahan
Pecahan menunjukkan pembagian ½ berarti 1 dibagi 2. Bagian atas suatu pecahan adalah pembilang, sedangkan bagian bawahnya adalah penyebut.

Penjumlahan dan pengurangan pecahan
a. Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut sama, maka cukup lakukan penjumlahan atau pengurangan pada pembilangnya, sementara penyebutnya tetap sama.

 

b. Jika pada penjumlahan atau pengurangan pecahan memiliki penyebut yang berbeda, maka terlebih dahulu samakan penyebutnya, kemudian bisa dilakukan penjumlahan atau pengurangan pada pembilangnya.

 

Perkalian pecahan
Pada perkalian pecahan, Anda tidak perlu menyamakan penyebutnya. Caranya adalah kalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.

 

3. Persentase
Persentase adalah sebuah pecahan yang penyebutnya 100. Untuk mengubah bentuk persentase menjadi bentuk pecahan dapat dilakukan dengan menuliskan bilangan asli sebagai pembilang dan 100 sebagai penyebut.

Beberapa bentuk persen yang equivalent dengan pecahan dan umum kita kenal adalah sebagai berikut.

 

4. Rata-rata
Rata-rata adalah jumlah bilangan dibagi banyaknya bilangan.

 

 

INGAT !!!
1. Dalam menyelesaikan soal rata-rata, perhatikan satuan yang akan dijumlahkan. Jika berbeda, samakan terlebih dahulu, selanjutnya dikerjakan.
2. Jika dua atau tiga rata-rata digabung menjadi satu, terlebih dahulu dibuat bobot yang sama.
3. Jika soalnya menanyakan bilangan yang hilang dengan rata-ratanya tertentu, kurangkan total seluruh bilangan dengan jumlah bilangan yang diketahui.

 

5. Jarak, Waktu dan Kecepatan

 

 

INGAT !!!
1.   Gunakan rumus yang sesuai dengan jawaban yang akan dicari.
2. Untuk menghitung kecepatan rata-rata dari suatu perjalanan yang terdiri dari dua atau lebih bagian, maka anggaplah perjalanan tersebut sebagai satu perjalanan dengan menggunakan total jarak dan total waktu.
3. Perhatikan jika ada perbedaan satuan.
4. Gambarkan situasi yang dijelaskan pada soal.

 

 

Konsultan Psikologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *