alat tes uji kebohongan

Alat Tes Kebohongan “LIE DETECTOR”

Alat Tes Kebohongan

“LIE DETECTOR”

Mendengar alat ini seperti kita dihadapkan kepada Sang Maha Kuasa….
alat deteksi kebohongan….. memang Teknologi Sang Pencipta tidak bisa kita tandingi…. kalau kita bohong biasanya tubuh ciptaan-NYa ini memberikan sinyal berupa tangan gemetar, keluar keringat, jantung berdetak kencang….. he… he…. setelah itu barulah kita “menyambung”nya dengan berbagai peralatan untuk “membuktikannya”….

Karena hangatnya situasi politik dalam negeri, berita seputar penggunaan Lie Detector ternyata dikupas tidak hanya untuk menguak kasus Ryan saja namun juga merambah ke kasus-kasus yang berbau politik, korupsi. Intinya sejumlah pengungkapan kasus yang membutuhkan pengakuan jujur maka ujung-ujungnya diusulkan penggunaan lie detector. Dalam hal ini alat lie detector bisa membantu aparat untuk memeriksa tersangka yang “membandel atau membungkam diri” dengan jawaban yang klise, seperti “tidak ingat” dan “tidak tahu”.

Pada prinsipnya fungsi organ dalam tubuh seseorang akan menunjukkan perubahan ketika berbohong. Setiap data yang diperoleh dari jawaban tersangka dibaca sebagai analisis prevelensi. Karena itu, uji kebohongan ini memang tidak bisa menghasilkan keakurasian 100 % murni. Namun, apapun hasilnya, bisa dianalisis tingkat kemungkinan berbohongnya.

Alat pendeteksi kebohongan ( Lie Detector ) biasanya digunakan untuk mencari bukti dalam satu kasus kriminal. Berkat kecanggihan teknologi, alat pendeteksi kebohongan kini sudah menggunakan system komputer. Alat ini dapat mendeteksi apakah seseorang jujur atau berbohong, dengan cara melacak perubahan psikologis dan biologis pada tubuh. Caranya adalah dengan menghubungkan alat ini ke bagian tubuh ( dada, jari, leher, tangan dsb ) maka perubahan tekanan darah, resistansi listrik pada kulit, adanya keringat yang berpeluh, serta kecepatan detak jantung dan pernapasan. Seluruh aktivitas otak dapat terpantau, dan kesadaran untuk berbohong sukar dilakukan karena dapat terdeteksi dengan alat ini. Hal ini dimungkinkan karena manusia menggunakan bagian berbeda dari otaknya saat tengah mencoba bertipu muslihat, tapi dengan Lie Detector Computerized Systems kebohongan dapat di lacak!!!

Analisis mengenai hasil test lie detector disebut dengan polygraph, yaitu sebuah instrumen yang dapat mengukur dan menyimpan berbagai respon psioligis seperti tekanan darah, detak jantung, kondisi kulit tubuh pada saat diajukan sejumlah pertanyaan diajukan.
Di negara maju, khususnya Amerika Serikat, lie detector sudah sering digunakan untuk membantu mengungkapkan kasus kriminal. Namun, pelaksanaannya dilakukan pihak independen (independent examiner), biasanya seorang psikolog, dan hasil akhir untuk menilai tingkat kebohongan itu juga di tangan psikolog tadi. Polisi yang menangani kasus, biasanya akan menerima hasil yang sudah matang dari psikolog tersebut. Ahli hukum di sana berpendapat, psikolog tentunya akan lebih memahami masalah kejiwaan, sehingga apabila pemeriksaan lie detector dilakukan oleh mereka, maka hasilnya akan lebih akurat dan obyektif.

– Sebaliknya mereka yang terlatih berbohong atau aktor-aktor yang handal akan selalu lolos dikatakan sebagai orang jujur karena piawai dalam mengatur perubahan fisiologis yang terjadi, bahkan meskipun menceritakan kebohongan yang sangat besar.
– orang psikopat / sakit jiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *