Komunikasi Bisnis – Komunikasi dalam Bisnis

A. PENTINGNYA KOMUNIKASI

Masalah komunikasi adalah sangat penting,rasanya tidak mungkin seseorang hidup tanpa berkomunikasi dengan orang lain,demikian pula dengan organisasi bisnis,komunikasi adalah sumber kehidupannya. Seperti dinyatakan, “Effective Communication is The Lifeblood of Every Organization and a Key to Success In Your Business Career As Well As In Your Personal Life” (Murphy and Peck,1980:3) Dikatakan bahwa komunikasi itu sangatlah penting, bila tidak ada maka organisasi itu tidak akan berfungsi.

Semakin komplek organisasi maka semakin komplek pula jalur-jalur komunikasi yang terdapat di dalamnya. Jalur Komunikasi Internal yaitu komunikasi di dalam organisasi. Komunikasi Internal dapat memotivasi para pegawai di dalam organisasi agar bekerja lebih efisien. Sedangkan Komunikasi Eksternal diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di luar organisasi.

B. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan berupa berita dan informasi dari seseorang ke orang lain. Suatu komunikasi yang tepat tidak bakal terjadi kalau tidak penyampaian berita tadi menyampaikan secara patut dan penerima berita menerimanya dalam bentuk distorsi. Distorsi dapat terjadi karena seseorang mempersepsi lain dari apa yang dimaksudkan oleh pengirim informasi. Oleh sebab itu komunikasi ini sangat erat hubungannya dengan persepsi.

C. PENERAPAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS

Suatu perusahaan hanya akan merealisasikan tujuannya jika setiap petugasnya berkerja secara effisien dan ada kerjasama antara petugas yang satu dengan yang lain. Salah satu faktor yang memungkinkan ialah adanya hubungan baik antara pimpinan dan bawahan. Cara-cara yang dilakukan badan usaha antara lain pertemuan,berbicara melalui telepon,mengirim email,berbicara langsung, pemberian laporan, pemberian petunjuk dan pemberian perintah. Agar terdapat suatu hubungan yang baik maka cara-cara tersebut harus terpelihara dengan baik.

Komunikasi secara garis besar terbagi menjadi dua,yaitu Komunikasi kedalam dan Komunikasi keluar.

Komunikasi kedalam yang dimaksud adalah sesuai dengan tujuan kepada siapa warta itu disampaikan. Dibedakan menjadi dua yaitu Vertikal dan Horizontal, Komunikasi Vertikal yaitu proses penyampaian dari pihak pimpinan ke pegawai dan sebaliknya. Masing-masing komunikasi bertujuan untuk menjamin hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan dan mengkoordinasi kegiatan bawahan itu agar tertuju kepada tujuan perusahaan. Komunikasi keatas diwujudkan dalam bentuk penyampaian laporan-laporan.

Komunikasi keluar adalah antara pihak atasan dengan pihak luar diwujudkan dengan telpon,berbicara langsung, atau dengan pengiriman surat.

Proses Komunikasi :

  1. Komunikator (Orang yang menyampaikan pesan)
  2. Pesan (Isi Perintah, instruksi atau pemberitahuan lain)
  3. Saluran atau Channel (yang digunakan untuk menyampaikan pesan)
  4. Komunikan (Orang yang menerima pesan)
  5. Efek (Pengaruh akibat hasil komunikasi yang dilakukan komunikator terhadap komunikan)

D. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Ada tiga arah umum komunikasi dalam berorganisasi yaitu :

  1. Komunikasi Vertikal dari atas ke bawah
  2. Komunikasi Vertikal dari bawah ke atas
  3. Komunikasi Horizontal

Komunikasi yang pertama terjadi dalam menentukan instruksi pekerjaan, Komunikasi yang kedua adalah berupa usulan dari bawahan, kritik, dll. Komunikasi Horizontal dapat terjadi antara karyawan atau pejabat setingkat yang dapat terjadi seperti dalam konferensi, ceramah dan pertemuan informal.

Fungsi Komunikasi dalam Organisi yaitu Integratif (Bertujuan untuk menjaga kesatuan individu serta bagian-bagian dalam organisasi) dan Interaktif (menjaga pertukaran informasi pendapat dan sikap agar individu atau bagian organisasi dapat mengadakan penyesuaian baik antar sub sistem dalam organisasi ataupun dengan lingkungannya).

 E. KOMUNIKASI DALAM BISNIS

Komunikasi dengan langganan 

Dengan langganan atau konsumen pun harus dibina komunikasi terus-menerus agar konsumen tidak lupa dengan produk perusahaan. Suatu perusahaan baru bisa dikatakan sukses jika terbentuk pada dirinya sikap “Patronage Buying Motive”, sikap dimana seseorang selalu ingin berbelanja ke toko tertentu saja. Sikap ini dapat terjadi jika hubungan konsumen dan pemilik toko terjalin dengan baik.

Komunikasi dengan lembaga pemerintah

Disini orang yang bergerak di bidang bisnis haruslah mematuhi peraturan-peraturan yang telah disepakati oleh pemerintah. Perusahaan juga berkomunikasi dengan cara mengisi lengkap dokumen-dokumen yang ada, mematuhi segala peraturan,dan sebagainya.

Komunikasi dengan masyarakat

Perusahaan pasti hidup dan berada di tengah masyarakat, antara keduanya pun haruslah terjadi komunikasi. Cara berkomunikasi dengan masyarakat salah satu contohnya adalah saat masyarakat sedang merayakan hari idul fitri,perusahaan dapat mendekorasi seluruh tokonya dengan nuansa idul fitri guna menyambutnya, demikian pula dengan perayaan-perayaan lainnya.

F. KOMUNIKASI DALAM ADMINISTRASI

Komunikasi Administrasi adalah bentuk komunikasi yang disampaikan dengan mempergunakan bahasa administrasi. Empat syarat materi komunikasi yang harus dipenuhi agar proses komunikasi berjalan dengan effisien, antara lain singkat,jelas,lengkap,dan tepat. Komunikasi administrasi pada dasarnya adalah komunikasi tertulis,jadi kemampuan menulis komunikator pun harus lah baik jika ingin komunikan mengerti apa yang ingin disampaikan oleh komunikator.

Ciri – ciri khusus Komunikasi Administrasi :

  • Informasi harus berasal dari dan di peruntukan bagi anggota organisasi sendiri
  • Informasi harus ada relevansinya dengan pelaksanaan tugas dan tujuan organisasi
  • Informasi harus mendukung pelaksanaan tugas dan tujuan organisasi

G. TEKNIK KOMUNIKASI BISNIS

Banyak cara dapat dilakukan dalam komunikasi bisnis antara lain :

  1. Mencetak bulletin, diterbitkan secara teratur, yang memuat informasi tentang perusahaan, tentang produk baru yang sedang dikerjakan atau berita umum yang bermanfaat bagi masyarakat.
  2. Membuat film dokumenter, menyangkut proses produksi, melalui televisi.
  3. Publicity, dengan mengundang wartawan ke lokasi perusahaan, lalu mengadakan wawancara tentang segala sesuatu mengenai perusahaan.
  4. Promosi

Adapun teknik yang dapat dipilih sebagai berikut;

  • Asosiasi (Penyajian pesan komunikasi dengan cara menumpangkannya pada suatu objek)
  • Integrasi (Kemampuan komunikator untuk menyatukan diri secara komunikatif dengan komunikan)
  • Ganjaran (Kegiatan untuk mempengaruhi orang lain dengan cara mengiming-ngimingkan hal yang mengntungkan)
  • Tataan (Upaya untuk menyusun pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga enak didengar)
  • Red-Herring (Seni seorang komunikator untuk meraih kemenangan dalam perdebatan)

H. IKLAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BISNIS

Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
a.Perencanaan produksi
b.Penetuan merk dagang
c.Penentuan bentuk kemasan
d.Kebijaksanaan harga
e.Penyusunan saluran penjualan
f.Penjualan secara pribadi
g.Periklanan dan promosi

Unsur-unsur dari iklan :
– Informasi dan persuasi
– Informasi dikontrol
– Teridentifikasinya informasi
– Media komunikasi massa

Unsur komunikasi sebagai alat salah satu unsur penting dalam pemasaran mempunyai beberapa bentuk kegiatan, misalnya :
a.Personal selling
b.Sales Promotion
c.Publisitas dan kehumasan
d.Iklan

Setiap iklan yang kita lihat tercetak disurat kabar melibatkan minimal empat pihak yang saling menguntungkan. Pertama adalah unsur si pengusaha dan produsen yang mempunyai kepentingan langsung dengan barang atau jasa yang hendak dipasarkan. Kedua adalah unsur perusahaan periklanan yang berhasil memperoleh penunjukan atau pengangkatan dari klien untuk mewakili kepentingannya dalam mengiklankan produk atau jasa klien. Ketiga adalah unsure kemlompok konsumen yang menjadi sasaran kegiatan pemasaran klien. Keempat adalah unsure media yaitu sarana yang dianggap paling cepat, tepat dan murah untuk dapat menyampaikan pesan iklan klien yang diciptakan oleh agency untuk target audience yang dituju. Kelima adalah unsur pemerintah (Departemen Penerangan dan Deprtemen Perdagangan).

Jadi unsur-unsur periklanan keterlibatannya saling berkaitan adalah klien, agency, media dan pemerintah. Sedangkan unsur-unsur iklan menurut Bovee yang dirincinya sebagai berikut :
a.To Inform       d. Persuatif
b.Nonpersonal e. Sponsor
c.Media massa f. Tujuan

Periklanan bisnis selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demostrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas :
– Iklan bisnis untuk industri
– Iklan bisnis dagang
– Iklan bisnis professional

Beberapa alasan mengapa pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha/bisnis.
1.Mendorong para pengusaha berproduksi massa dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yag dibuatnya.
2.Mendorong penyalur dan penyebaran yang lebih cepat karena masyarakat konsumen dan para pengencer merasakan kebutuhan akan barang tersebut.
3.Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa.
4.Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5.Memberitahukan perusahaan yang medukung pembuatan barang tersebut.
6.Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon pembeli.
7.Untuk menghadapi persaingan.
8.Untuk bersaing mendapatkan tenaga kerja dan bahan baku.
9.Untuk menjual goodwill dan image
10.Untuk membuat suatu kelompok barang-barang sekeluarga mempunyai image yang sama.

Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/komunikasi_bisnis/bab6-komunikasi_dalam_bisnis.pdf

Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol – simbol atau sinyal. Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:

  • Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
  • Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan.
  • Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
  • Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
  • Meggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
  • Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.

            Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.

Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.

Di dalam komunikasi organisasi ada proses – prosesnya yaitu :

  • Komunikasi Internal

Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen]

  • Komunikasi Eksternal

Komunikasi antara pimpinan organisasi [perusahaan] dengan khalayak audience di luar organisasi.

Komunikasi Administrasi  adalah penyampaian pesan secara timbal balik diantara anggota untuk menumbuhkan saling pengertian dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara effektif dan effisien.
1. Proses penggunaan lambang sekelompok orang /lebih
2. Komunikasi antar pesona
3. Sebagai proses / dilakukan dalam rangka kerjasama. “ Give and take” timbal balik / bilateral
4. Penggunaan lambang bersama – sama oleh anggota organisasi
5. Komunikasi yang bersifat internal
6. Komunikasi yang berorientasi pada tujuan organisasi yang efektif dan effisien

Iklan untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
o perencanaan produksi
o penentuan merek dagang
o penentuan bentuk kemasan
o kebijaksanaan harga
o penyusunan saluran penjualan
o penjualan secara pribadi
o periklanan dan promos

Periklanan bisnis tersebut selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas:

1. Iklan bisnis industri
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu.

2. Iklan bisnis dagang
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen.

3. Iklan bisnis professional
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.

Beberapa alasan utama mengapa para pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha / bisnis Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga membantu :
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon
pembeli Untuk menghadapi persaingan

DESIGN ORGANISASI PERUSAHAAN

Dalam setiap organisasi perusahaan memiliki strategi untuk dapat mengembangkan perusahaan sesuai dengan apa yang menjadi visi dan misi perusahaan tersebut, salah satu dari strategi dari perusahaan dalam mecapai keunggulan kompetitif ialah kebijakan restrukturisasi. Perubahan struktur organisasi mutlak di butuhkan untuk menghadapi persaingan di era global, beberapa faktor terjadinya restrukturisasi ialah meningkatkan penjualan dan operasional, perbaikan manajemen, adanya informasi yang tidak seimbang yang di miliki oleh manajemen dan pasar secara umum dan yang terpenting mengenai keuntungan perusahaan atau profit.

Perubahan lingkungan menuntut tiap perusahaan sensitif dalam menyikapi perubahan. Perubahan yang sering terjadi antara lain, teknologi , politik dan perubahan perekonomian, perubahan lingkungan dapat memberikan keuntungan jika dapat di manfaatkan secara optimal oleh perusahaan.
Dalam era modern sekarang ini restrukturisasi perusahaan dapat di golongka menjadi beberapa jenis :

1. Restrukturisasi Portofolio / Asset
Restrukturisasi Portofolio merupakan kegiatan penyusunan portofolio perusahaan supaya kinerja perusahaan menjadi semakin baik
2. Restrukturisasi Modal / Keuangan
Restruturisasi keuangan atau modal adalah penyusunan ulang komposisi modal perusahaan supaya kinerja keuangan lebih transparan dan lebih sehat
3. Restrukturisasi Manajemen / Organisasi
Restrukturisasi manajemen dan organisasi merupakan penyusunan atau kocok ulang kompoisis manajemen, struktur organisasi , pembagian kerja , sistem operasional, integrasi sistem antar departemen dan hal lain yang berkaitan dengan managerial dan organisasi.

Dalam Design Organisasi Perusahaan haruslah di susun dengan konsep yang matang, baik dari sisi manajemen TOP hingga ke level bawah, maupun dari sisi personal maupun tekhnologi harus di sesuaikan dengan perkembangan zaman di perlukan SDM yang handal dan berpengalaman untuk membantu menyusun konsep Restrukturisasi perusahaan anda.

Kami Konsultan Psikologi Jakarta merupakan perusahaan konsultan iso dan manajemen bisnis yang berorientasi kepada kepuasan client, di dukung oleh konsultan ahli, handal, berpengalaman serta profesional bertekad menjadi mitra bisnis terpercaya untuk perusahaan anda, apabila perusahaan Bapak / Ibu ingin mengetahui lebih dalam mengenai Restrukturisasi Perusahaan anda, dapat berkonsultasi dengan menghubungi :
Konsultan Psikologi Jakarta
Telp : 0813 6800 0042

Manajemen Keuangan: Pengertian, Fungsi, Tujuan, Konsep, Prinsip & Arti Menurut Para Ahli

Secara Umum, Pengertian Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan yang terdiri dari perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencaharian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Sedangkan secara sederhana, Pengertian Manajemen Keuangan adalah suatu proses dalam aktivitas keuangan perusahaan, dimulai dari cara memperoleh dana dan mempergunakannya. Yang mana penggunaannya harus tepat sasaran, efisien, dan efektif agar tujuan keuangan perusahaan dapat tercapai sesuai rencana. 
Manajemen keuangan merupakan salah satu ilmu utama dari manajemen. Manajemen keuangan pada awalnya hanya pada aktivitas entitas bisnis (organisasi) dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas bisnis (perusahaan) dengan efisien. Kemudian dari hal ini, terus berkembang sampai dari yang sebelumnya hanya mengutamakan kegiatan mendapatkan/memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan, penggunaan dana hingga sampai ke pengelolaan atas aset (atktiva).

Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian manajemen keuangan yang dapat anda lihat dibawah ini…
  • Bambang Ryanto: Menurutnya, pengertian manajemen keuangan adalah semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang berhubungan dengan upaya memperoleh dana yang dibutuhkan dengan adanya biaya yang seminimal mungkin dan syarat yang menguntungkan serta upaya untuk mempergunakan dana yang diperoleh tersebut secara efisien dan efektif.
  • Liehman: Pengertian manajemen keuangan menurut liehman adalah upaya penyediaan uang dan mempergunakan dana tersebut untuk mendapatkan aset (aktiva).
  • James Van Horne: Menurut pendapat James Van Horne, bahwa pengertian manajemen keuangan adalah semua kegiatan atau aktivitas yang berhubungan langsung dengan perolehan pendanaan serta pengelolaan aset (aktivia) dengan tujuan yang menyeluruh.
  • Suad Husnan: Pengertian manajemen keuangan menurut Suad Husnan adalah manajemen terhadap semua fungsi keuangan.

Fungsi Manajemen Keuangan

Berikut beberapa fungsi manajemen keuangan yaitu sebagai berikut..
1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaran serta mengenai kegiatan-kegiatan yang lainnya dalam periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan, membuat detail pengeluaran dan pemasukan
3. Pengelolaan Keuangan, penggunaan dana perusahaan secara maksimal dengan berbagai cara
4. Pencaharian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang digunakan untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan, yakni dengan mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
6. Pengendalian Keuangan, yakni dengan melakukan evaluasi dan perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan yang berlaku di perusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan, dengan melakukan audit internal mengenai keuangan perusahaan yang ada untuk tidak adanya penyimpangan.
8. Pelaporan Keuangan, adalah dengan menyediakan informasi tentang kondsi keuangan perusahaan dan tentunya sebagai bahan evaluasi.

Tujuan Manajemen Keuangan

Tujuan dari manajemen keuangan adalah untuk memaksimalkan akan nilai perusahaan. Sehingga jika suatu saat perusahaan tersebut dijual, maka harganya dapat ditetapkan dengan harga yang setinggi mungkin. Seorang manajer harus menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.

Konsep Manajemen Keuangan 

Manajemen keuangan adalah manajemen atas fungsi-fungsi keuangan. Sedangkan mengenai fungsi keuangan ialah kegiatan utama dalam mempertanggung jawabkan bidang tertentu dalam menggunakan dana dan menempatkan dana.
Manajemen dalam bisnis perusahaan terdiri dari beberapa individu yang dikategorikan dalam tiga kelompok yaitu sebagai berikut…
1. Kelompok manajemen tingkat pelaksana (operational menegement), yang terdiri dari para suvervisor.
2. Kelompok manajemen menengah meliputi kepada departement, manajer devisi, dan manger cabang.
3. Manajemen eksekutif atau biasa disebut manajemen penanggung jawab akan fungsi pemasaran, pembelanjaan, produksi, pembiyaan, dan akutansi. Manejemn eksekutif secara prinsipil berkenaan dengan pembuatan keputusan dalam jangka yang panjang, lalu manajemen menengah mengenai keputusan jangka menengah dan pada manajemen operasional keputusan jangka pendek.
Manajemen keuangan memiliki tiga kegiatan utama yaitu sebagai berikut..
1. Perolehan dana, yakni aktivitas untuk memperoleh sumber dana baik itu berasal dari internal perusahaan atau dari eksternal perusahaan.
2. Penggunaan dana, merupakan suatu aktivitas penggunaan atau menginvestasikan dana di berbagai bentuk aset.
3. Pengelolaan Aset (Aktiva), adalah kegiatan yang dilakukan setelah dana telah di dapat dan telah diinvestasikan atau dialokasikan kedalam bentuk aset (aktiva), dan harus dikelola secara efektif dan efisien.
Konsep manajemen dapat kita gambarkan dalam kalimat seperti ini “membuat keputusan, memberi perintah, menetapkan kebijakan, menyediakan pekerjaan dan system reward (imbalan) dan mempekerjakan orang untuk melaksanakan kebijakan”.

Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan tidak hanya pada pencatatan akuntansi saja. Manajemen keuangan merupakan bvagian yang sangat penting dan tidak dapat dianggap sepele. Pada prakteknya manajemen keuangan meruakan aktivitas dan hadir untuk menyehatkan keuangan perusahaan atau organisasi. Maka dari itu membuat hal tersebut, mari kita melihat Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan sebagai berikut…
  • Consistency (Konsistensi), merupakan prinsip yang mana sistem dan kebijakan keuangan perusahaan sesuai dengan apa yang direncanakan, tidak berubah dari setiap periode, tetapi yang perlu ditekankan bahwa sistem keuangan bukan berarti tidak dapat dilakukan penyesuaian ketika terdapat perubahan signifikan dalam perusahaan. Pendekatan keuangan yang tidak konsisten menjadi tanda bahwa ada manipulasi pada pengelolaan keuangan perusahaan.
  • Accountability (Akuntabilitas), adalah suatu kewajiban hukum dan juga moral, yang mana melekat untuk setiap individu, kelompok ataupun perusahaan dalam memberi penjelasan bagaimana dana ataupun kewenangan yang telah diberikan oleh pihak ke-3 dipergunakan. Setiap pihak harus memberi penjelasan mengenai penggunaan sumber daya dan apa yang telah dicapai suatu bentuk pertanggung jawaban kepada yang berkepentingan, agar semua tahu bagaimana kewenangan dan dana yang dimiliki itu dipergunakan.  da
  • Transparancy (Transparansi), adalah prinsip yang mana setiap kegiatan manajemen harus terbuka baik dalam memberikan informasi tentang rencana dan segala aktivitas bagi yang berkepentingan, termasuk laporan keuangan yang wajar, lengkap, tepat waktu dan akurat yang dapat diakses dengan mudah oleh yang berkepentingan, jika tidak transparan maka akan berdampak suatu penyelewengan kegiatan.
  • Viability (Kelangsungan Hidup) adalah prinsip yang mana menekankan pada kesehatan keuangan perusahaan terjaga, semua pengeluaran operasional ataupun ditingkat yang strategi harus disesuaikan denga dana yang ada, kelangsungan hidup entitas merupakan ukuran suatu tingkat keamanan serta keberlanjutan keuangan perusahaan.Manajemen keuangan harus menyusun rencana keuangan dimana menunjukkan bagaimana suatu perusahaan bisa menjalankan rencana strategisnya guna memenuhi kebutuhan keuangan.
  • Integrity (Integritas) adalah setiap individu wajib mempunyai tingkat integritas yang mempuni dalam menjalankan kegiatan operasional. Tidak hanya itu, pencacatan dan laporan keuangan harus terjaga integritasnya dengan kelengkapan dan tingkat keakuratan suatu pencatatan keuangan.
  • Stewardship (Pengelolaan) adalah prinsip dimana dapat mengelola dengan baik dana yang telah didapatkan dan memberikan jaminan akan dana yang diperoleh tersebut untuk direalisasikan tujuan yang telah ditetapkan, dalam prateknya dilakukan dengan hati-hati dengan membuat perencanaan strategis, mengidentifikasi risiko keuangan yang ada serta menyusun dan membuat sistem pengendalian keuangan yang sesuai.
  • Accounting Standards (Standar Akuntansi) adalah sistem akuntansi keuangan harus sesuai dengan prinsip-prinsip dan standar aturan akuntansi yang telah berlaku dengan tujuan laporan keuangan yang dihasilkan dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti dari semua pihak yang berkepentingan.

Manfaat Pelatihan Manajemen SDM

Jika Anda memiliki perusahaan sendiri, apakah Anda sudah mempersiapkan SDM yang dimiliki oleh perusahaan Anda dengan baik? Hal ini perlu ditanyakan karena perusahaan harus memerhatikan SDM yang dimilikinya dengan baik. Apabila perusahaan bisa memanfaatkan potensi dan kemampuan SDM yang dimiliki dengan baik, maka perusahaan yang Anda rintis memiliki peluang untuk memenangkan persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya.

Supaya perusahaan Anda bisa memenangkan persaingan dengan perusahaan lain, perusahaan Anda memerlukan pelatihan manajemen SDM yang benar dan tepat sasaran. Pelatihan ini dilakukan agar setiap karyawan yang Anda miliki dapat melakukan pekerjaan yang diemban dengan professional. Jati diri perusahaan bisa ditentukan dari profesionalisme yang dimiliki oleh karyawan Anda agar perusahaan Anda bisa lebih berkembang dan lebih besar kedepannya. Anda sebagai pimpinan perusahaan adalah salah satu tombak kesuksesan perusahaan beserta dengan karyawan-karyawan yang Anda miliki. Oleh karena itu, Anda harus memiliki pemikiran yang selangkah lebih maju dan lebih inovatif dari karyawan-karyawan Anda. Pelatihan manajemen SDM adalah jawabannya.

Alasan mengapa pelatihan manajemen diperlukan pelatihan manajemen SDM

Hampir semua perusahaan pasti menjalankan . Hal ini dilakukan karena kemampuan yang dimiliki oleh sumber daya manusia yang dimiliki oleh sebuah perusahaan harus diatur sedemikian rupa agar setiap karyawan memiliki etos kerja yang tinggi. Selain etos kerja yang tinggi, professionalisme yang dimiliki oleh setiap karyawan tentunya akan sangat bermanfaat untuk kemajuan dan perkembangan perusahaan Anda. Apabila perusahaan Anda memiliki manajemen SDM yang baik, itu artinya pelatihan yang Anda berikan kepada karyawan berhasil.

Hasil dari pelatihan manajemen

Contoh dari pelatihan manajemen SDM yang baik adalah bagaimana karyawan Anda memperlakukan konsumen yang menggunakan jasa perusahaan Anda. Karyawan yang professional adalah karyawan yang memberikan pelayanan terbaik mereka kepada konsumen. Akan lebih baik lagi jika Anda sebagai pemilik perusahaan dapat memberikan pelayanan melalui karyawan-karyawan Anda melebihi ekspektasi konsumen. Karena semua hal tersebut, maka pelatihan sudah mutlak diperlukan oleh setiap perusahaan.
Untuk memberikan pelatihan yang maksimal, hendaknya Anda tidak membeda-bedakan karyawan lama dengan karyawan baru. Pelatihan yang baik harus diberikan kepada semua karyawan Anda, termasuk diri Anda bahkan jika Anda memiliki karyawan yang sudah berpengalaman dan professional.

Kami Konsultan Psikologi Jakarta merupakan perusahaan jasa Konsultan Manajemen yang sangat mengutamakan kepuasan client serta menjunjung tinggi nilai profesionalisme siap mengadakanpelatihan manajemen SDM.

Dengan didukung oleh tenaga konsultan yang handal, profesional dan berpengalaman yang sangat luas di bidang industri maupun jasa, Konsultan Psikologi Jakarta  sebagai Konsultan Psikologi dan Manajemen Bisnis akan mampu memberikan nilai lebih dalam memberikan solusi atas kebutuhan pelanggan. Konsultan Psikologi Jakarta bertekad menjadi mitra bisnis terpercaya dan memberikan pelayanan yang prima bagi para pelaku bisnis tanpa melihat besar-kecilnya perusahaan  dengan mengutamakan kehandalan, profesionalisme, kecepatan tanggap, dan dengan biaya yang terjangkau. Selain dari pada itu KONSULTAN PSIKOLOGI Jakarta bertekad mampu menterjemahkan kebutuhan client ke dalam solusi untuk meningkatkan produktifitas, efektifitas dan efisiensi yang diharapkan bisa membantu memberikan business opportunity client untuk lebih berkembang sesuai yang diharapkan.

Tujuh Cara Ampuh untuk Menaklukkan Rasa Takut akan Kegagalan

Perasaan takut gagal kadang datang di pikiran padahal kita sebenarnya tahu, jatuh bangun saat menjalankan proses mencapai cita-cita merupakan hal biasa.

Seringkali jika anda memikirkan kegagalan, bisa jadi itu akan benar-benar terjadi di kemudian hari karena, otak anda sendirilah yang menciptakan mindset tentang hasil yang akan didapat.

Tapi tahukah anda? Pribadi yang sukses justru memiliki kenyamanan di tengah ketidakpastian, itulah dinamika tantangan.

Dan mereka tahu jalan yang dilalui pasti berliku serta ada harga yang harus dibayar untuk mencapainya (usaha dan pengorbanan).

Pertanyaannya adalah, apa yang sebenarnya dipikirkan oleh seorang yang sukses berjibaku menaklukkan tantangan, sehingga mereka tidak takut sedikitpun akan kegagalan ?

Apa saja kiat-kiat yang harus dibangun untuk menjaukan kita dari segala pikiran negatif tentang kegagalan ? Langsung saja inilah penjelasannya.

1. Biasakan Berpikir Positif
Seperti permasalahan di awal, apa yang dipikirkan akan menjadi kenyataan karena otak kita sendiri yang menciptakan mindset tentang hasil yang akan didapat. Pola pikir yang selalu takut dengan kegagalan menjadikan anda pribadi yang penakut dan tidak mempunyai mental baja.

Bagaimana tau hasilnya, perang saja belum kok sudah mikir kalah ? Yang pertama harus dipahami adalah pada dasarnya yang ditakutkan belum terjadi. Jangan menyibukkan diri memikirkannya.

Selalu berpikir positif menjadikan anda pribadi yang optimis dengan hasil yang akan diperoleh. Selain itu, ketika berpikir positif justru otak akan lebih mudah melihat solusi dibandingkan rasa takut akan gagal.

2. Pahami Penyebab Ketakutan
Di kehidupan ini selalu terjadi suatu peristiwa karena ada sebab yang memicunya. Seperti halnya timbul asap pasti ada api yang memicunya. Ketika anda merasa ragu, takut ataupun gelisah dalam perjalanan mencapai impian pasti ada sesuatu yang mendasari hal tersebut terjadi.

Tapi sayangnya kebanyakan orang sulit berpikir jenih untuk memahami apa akar penyebab perasaan ini.

Solusinya, lihatlah pada diri sendiri…. Apa pemicunya ? Apakah akar penyebabnya bisa diatasi ?

Seperti seseorang yang tidak bisa berpidato di depan umum dan pada saat itu juga, ia tidak mampu berbicara dan kehilangan semua ide-ide pidato yang sudah dipikirkan. Hanya ada dua penyebab dari permasalahannya, yaitu ia benar-benar tidak mampu berpidato ataukah memang kurang persiapan.

Dan jika memang penyebabnya bisa diatasi, maka hancurkanlah tembok penghalang agar anda bisa keluar dari keterpurukan. Caranya adalah yakin dengan diri sendiri bahwa anda mampu mengatasinya, kemudian pikirkanlah langkah tepat yang harus dilakukan.

3. Fokus Pada Hal Penting Menunjang Kesuksesan
Resiko gagal pasti ada di setiap langkah-langkah menuju kesuksesan. Tapi kebanyakan orang justru hanyut dengan perasaan ini. Lebih baik anda menyibukan diri untuk fokus hal penting berpotensi meningkatkan produktifitas. Misalnya merencanakan promosi produk, riset kebutuhan konsumen atau membaca buku bisnis.

Dan ketika anda selalu menyibukkan diri untuk hal ini, rasa takut yang sering menghampiri akan tidak terpikirkan lagi. Semua akan tergantikan dengan hal baik dan lama-kelamaan badan serta jiwa anda akan membiasakan diri untuk sukses.

Mengapa bisa seperti itu ?

Ini berkaitan dengan istilah “Biasa karena terbiasa”. Jika sudah terbiasa melakukan step by step tentang rencana mengembangkan diri, berarti anda membiasakan jadi orang sukses. Tidak ada lagi keraguan di setiap langkah panjang nan terjal merengkuh segumpal harapan.

4. Keberanian Untuk Menghadapi
Kalau dalam upaya memulai bisnis misalnya, anda kadang dituntut selalu berani mengambil keputusan dan resiko walaupun seorang pemula sekalipun. Maukah anda menguras isi tabungan, menjual barang berharga atau menggunakan semua modal untuk totalitas berbisnis ?

Jika anda tidak punya keberanian, apa yang saya tanyakan tadi tidak mungkin dilakukan. Bukan perkara mudah memang memutuskan sesuatu yang penuh resiko. Tapi kenapa seorang pengusaha sukses selalu yakin dengan pilihannya ?

Kuncinya bukan sekedar berpengalaman, pintar ataupun nekad. Tapi lebih kepada keberanian dan perhitungan yang telah dilakukan. Karena dari semua ini, akan menciptakan optimisme di setiap pilihan yang mereka jalani.

Pikiran takut gagal pun akan menghilang tergantikan oleh jiwa-jiwa yang selalu optimis di setiap langkah keberanian menuju kesuksesan.

5. Hargailah Proses Jangan Terlalu Memikirkan Hasil
Ingin cepat kaya dan sukses — mungkin semua orang juga menginginkannya. Kata-kata ini sungguh sangat mudah diucapkan tapi lihatlah kenyataannya.

Semua tidak semudah yang dibayangkan, ternyata banyak kegagalan dan pengorbanan harus dilalui. Apa jadinya jika anda terlalu memikirkan hasil, kemudian semua tidak seperti yang diharapkan ?

Sekali jatuh, anda akan terperosok ke jurang paling dalam. Keinginan sukses seketika hilang tergantikan dengan pikiran “Modal habis, belum sukses. Mungkin saya tidak punya bakat jadi orang sukses. Mungkin bakat saya memang jadi orang gagal”.

Dan pada akhirnya kesuksesan hanya akan jadi mimpi di setiap malam.

Tapi hasilnya akan berbeda jika anda paham dan menghargai proses bahwa pencapaian tidak akan mudah. Kegagalan pasti dialami tapi bukan berarti harus takut gagal.

Anda harus menghargai setiap proses ini untuk fokus pada pelentingan produktivitas dan daya kinerja Anda.

6. Ubah Rasa Takut Menjadi Motivator
Perasaan takut gagal juga dapat dijadikan senjata terbesar meningkatkan kinerja anda dalam berproses meriah cita-cita. Omset menurun, terjadi krisis perekonomian, persaingan semakin ketat atau perusahaan hampir bangkrut memang begitu menyakitkan untuk dialami.

Membayangkan peristiwa terburuk seperti ini secara otomatis bisa membuat anda mencoba menghindarinya. Di saat yang bersamaan akan membuat diri sendiri berusaha lebih giat dan termotivasi membuat jalan dan gagasan agar tidak ikut terperosok ke dalamnya.

7. Lihat Kembali Kemampuan Diri
Semua usaha tampaknya suda dilakukan, namun kenapa masih bisa gagal?

Lihat kembali diri sendiri, hanya ada dua hal yang menjawab pertanyaan ini. Anda salah perencanaan atau justru tidak mampu melakukan semuanya?

Apakah ada yang keliru dari strategi hidup yang Anda pilih? Ataukah karena memang kompetensi dan skills-mu yang masih jauh dari harapan?

Lakukan instrospeksi : merenung ke dalam relung sanubari, untuk kemudian merajut sejumlah solusi. Ini jauh lebih maknyus daripada sekedar mengeluh, atau menyalahkan pihak lain.

Itulah beberapa point penting untuk anda, tentang langkah jitu mengatasi rasa takut gagal saat berbisnis.

Tulisan ini merupkan kontribusi dari Guest Blogger bernama Muhammad Iqbal Putra.

Delapan Tanda Anda Siap untuk Perubahan Karier

Sebagai pekerja yang menjalani rutinitas ke kantor 5 hari, bahkan ada yang 6 hari, selama seminggu, Anda pasti pernah mengalami bangun pagi hari dan sama sekali tidak bersemangat untuk ke kantor. Hal tersebut memang wajar terjadi karena rutinitas bekerja hampir memakan waktu keseharian sehingga semakin lama Anda merasa bosan dan tidak bersemangat. Namun, saat Anda mulai merasakan tidak bersemangat untuk bekerja dan ke kantor setiap harinya selama seminggu berturut-turut, atau bahkan lebih, ini tandanya Anda untuk melakukan perubahan dalam karier.

Berdasarkan survei jobsDB beberapa waktu lalu, sebanyak 73% karyawan Indonesia tidak merasa bahagia atas pekerjaan mereka selama ini. Berbagai alasan pun mendasari mengapa ketidakbahagiaan ini terjadi, diantaranya adalah kurangnya pengembangan yang disediakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja saat ini. Apakah Anda berpikiran sama dengan para karyawan tersebut? Pertanyaan terbesarnya adalah, siapkah Anda dengan perubahan karier yang kemungkinan akan memperbaiki hidup Anda?

Apakah Anda Siap untuk Perubahan Karier?

Refleksikan dan pikirkan baik-baik apakah Anda sudah siap dengan perubahan karier melalui beberapa pertanyaan berikut. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat dijadikan sebagai indikator kepuasan karir, sehingga dapat membantu mengevaluasi karier Anda sekarang dan dapat menegaskan apa yang sebenarnya diinginkan untuk karier ke depannya.

Apakah Pekerjaan Anda Sekarang Selalu Menahan dari Hal-Hal Penting?

Tanyakan pada diri Anda, seberapa sering membatalkan rencana untuk cuti dan kapan terakhir kalipergi berlibur bersama keluarga karena pekerjaan tidak mengizinkan Anda untuk melakukan itu semua? Aspek apa yang telah Anda korbankan dalam hidup Anda hanya untuk memperjuangkan status sebagai karyawan yang baik? Lalu, apakah Anda merasa hal tersebut layak? Jika Anda merasa pekerjaan, semakin menjauhkan dari kebahagiaan diri Anda, maka  sebaiknya nda tahu bahwa pekerjaan tersebut terlalu mengekang.

Apakah Anda Merasa Semakin Sulit untuk Termotivasi?

Dulu segala sesuatunya terasa menarik, tapi semakin lama Anda semakin kehilangan kendali atas pekerjaan. Hal ini mengindikasikan bahwa Anda telah kehilangan semangat untuk bekerja sehingga membuat bangun pagi untuk ke kantor merupakan pekerjaan yang berat. Jika antusiasme bekerja sudah menurun, maka siap-siap konsentransi dalam bekerja akan semakin berkurang.

Apa Anda Sering Merasa Stres dan Kelelahan Setiap Hari Setelah Pulang Kantor?

Pekerjaan saat ini mungkin memberikan Anda gaji yang cukup tinggi sehingga pressure kerja yang tinggi dan lembur yang menjadi kegiatan rutin setiap minggunya membuat Anda sedikit memaklumi hal tidak mengenakkan tersebut. Namun sayangnya, tubuh Anda tidak dapat berkompromi lebih lanjut tentang hal tersebut.

Setelah Anda bekerja dengan sangat keras, pada akhirnya Anda akan kelelahan baik secara fisik maupun mental sehingga akan merasa bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan lagi. Stres dan kelelahan yang Anda rasakan juga akan berdampak pada hal-hal di luar pekerjaan. Lalu, secara tidak langsung kehidupan pribadi dengan keluarga dan teman-teman Anda secara tidak langsung akan terkena dampak tersebut.

Apakah Gaji Anda Terlalu Kecil untuk Mencukupi Segala Kebutuhan Ekonomi Anda?

Poin ini sudah sangat jelas. Bahkan ketika beban pekerjaan Anda tidak termasuk mudah, sudah seharusnya Anda dibayar dengan jumlah nominal yang layak.

Seberapa Sering Anda Mencoreng Integritas dan Value Diri Anda karena Pekerjaan Anda Sekarang?

Pekerjaan membutuhkan adanya sebuah kompromi. Beberapa kali mungkin Anda harus membuat pilihan yang sulit agar sukses pada perjalanan karir yang telah dipilih dan segala keputusan yang Anda buat seharusnya selalu konsisten dengan integritas dan value yang Anda miliki. Jika tidak, maka  Anda akan berakhir dengan penderitaan dan penyesalan.

Apakah Kinerja Anda Sering Tidak Diapresiasi oleh Atasan ataupun Rekan Kerja Anda?

Apakah Anda sering menyimpan ide hanya dalam kepala sendiri dan tidak menyampaikannya karena sudah mengetahui bahwa ide tersebut akan ditolak? Atau apakah Anda sering merasa sulit untuk menghargai menghargai pekerjaan Anda karena usaha dan waktu yang telah Anda fokuskan untuk mengerjakan suatu hal tidak pernah dihargai?

Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan Anda menarik diri dari pekerjaan dan lingkungan pergaulan dengan rekan kerja yang lain sebelum Anda benar-benar menghilang dan terlepas. Atasan Anda mungkin tidak menyadari kesenjangan tersebut atau sadar tetapi sengaja untuk tidak berbuat apapun – keduanya tetap akan membuat Anda merasa lebih tidak dihargai.

Apakah Anda Telah Bersikap Apatis pada Pekerjaan Anda?

Mungkin Anda bisa mengambil kembali ketika Anda kehilangan kendali pekerjaan Anda, namun jika telah mencapai titik apatis, ini berbahaya. Anda tidak lagi peduli pada pekerjaan dan hasil yang Anda lakukan. Faktanya Anda memang mampu untuk menyelesaikan semua tanggung jawab pekerjaan Anda, tetapi tidak ada lagi energi dan passion atas apa yang Anda kerjakan.

Apakah Anda Tidak Lagi Menemukan Kesempatan untuk Meningkatkan Keprofesionalitasan Anda?

Kemajuan karier Anda seharusnya menjadi hal penting dan utama. Jelas bahwa kemajuan ini akan terjadi jika Anda menantang diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang lebih, melampaui ekspektasi dan keluar dari zona nyaman Anda. Pertumbuhan karier juga dapat ditunjang dengan berbagaitraining dan kesempatan karier profesional lain yang disediakan oleh perusahaan Anda. Segala pekerjaan yang sekiranya membatasi potensi dan menghambat kemajuan karir Anda perlu untuk Anda pertimbangkan kembali.

Satu hal yang perlu Anda ketahui mengenai pekerjaan yang tidak memuaskan adalah Anda memiliki kekuatan untuk mengubahnya. Anda masih tetap aktif dan tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak bahagia. Tapi sebelum memutuskan untuk membuat suatu perubahan karir, Anda harus memahami hal apa yang membuat Anda merasa tidak puas. Coba untuk menganalisa situasinya sehingga tidak akan mengalami masalah yang sama pada karier selanjutnya.

Sumber : http://id.jobsdb.com/